Petani Gunungkidul Merugi karena Hujan Belum Merata

    Ahmad Mustaqim - 13 Desember 2019 14:58 WIB
    Petani Gunungkidul Merugi karena Hujan Belum Merata
    Ladang pertanian tadah hujan di Gunungkidul masih tandus meski sudah memasuki musim hujan, Jumat, 13 Desember 2019. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
    Gunungkidul: Petani di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merugi pada awal musim hujan. Situasi ini terjadi lantaran mereka sempat menanam berbagai jenis bibit palawija namun tidak bisa tumbuh.

    "Habis bibit banyak saya tanam, tapi tidak tumbuh karena kekurangan air, hujannya belum merata," kata seorang petani, Hadi Ngadiyo, di Dusun Ngepung, Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, Jumat, 13 Desember 2019. 

    Ngadiyo sempat mulai bercocok tanam saat awal hujan mengguyur Gunungkidul pada pertengahan November. Ia melibatkan empat tetangganya untuk membantu menanam bibit jagung, kacang, hingga padi. 

    Ngadiyo menghabiskan bibit puluhan kilogram. Bibit kacang tanah sebanyak 16 kilogram, bibit jagung sembilan kilogram, serta bibit padi empat kilogram. 

    "Habis tanam itu sudah gak turun hujan lagi seminggu. Semua mati," jelas Ngadiyo.

    Kerugian Ngadiyo bukan hanya biaya membeli benih. Ia juga telah mengeluarkan biaya untuk membayar tenaga menanam benih.

    Ngadiyo berusaha melupakan kerugian itu. Ia kini telah memulai tanam kembali benih padi jenis sigreng yang lebih tahan meski tanpa banyak asupan air. 

    "Hitungan masa tanam yang dilakukan petani di sini sudah lewat. Biasanya pertengahan Desember seperti ini harus sudah bunga tanaman jagung. Sekarang malah lagi mulai tanam," ungkap Ngadiyo

    Situasi serupa juga terjadi di Dusun Plumbungan, Desa Putat, Kecamatan Patuk. Lahan pertanian di sana juga masih menganggur belum ditanami karena pemilik khawatir merugi kalau memulai tanam namun hujan berlum merata.

    "Petani di sini ngga mau spekulasi. Kalau sudah tanam ternyata nggak hujan, benar-benar rugi," ujar petani Dusun Plumbungan, Sulistyo. 

    Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan curah hujan saat ini masih rendah meski sudah bulan Desember. Ia mengatakan wilayah yang sudah cukup merata hujannya di bagian Utara Kabupaten Sleman, dan Kulon Progo. 

    "Memasuki pertengahan Desember harapannya hujan mulai normal. Kalau hujan sudah merata jadi tidak ada kekhawatiran lagi bagi petani yang akan bercocok tanam," kata Raharjo.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id