Bunga Bangkai di Kebun Raya Bogor Mekar

    Rizky Dewantara - 06 Januari 2020 16:36 WIB
    Bunga Bangkai di Kebun Raya Bogor Mekar
    Amorphophallus Titanum atau biasa disebut bunga bangkai yang menjadi simbol di Kebun Raya Bogor (KRB), Jawa Barat mekar
    Bogor: Amorphophallus Titanum atau biasa disebut bunga bangkai yang menjadi simbol di Kebun Raya Bogor (KRB), Jawa Barat, kembali mekar. Bunga itu mekar dengan ketinggian 194 sentimeter.

    "Amorphophallus Titanum berbeda dengan Rafflesia meski keduanya dikenal masyarakat dengan sebutan bunga bangkai," kata Peneliti Bunga Bangkai Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kebun Raya Bogor, Dian Latifah kepada Medcom.id, Bogor, Jawa Barat, Senin, 6 Januari 2020.

    Dian mengatakan, Rafflesia merupakan tumbuhan parasit dengan pohon inang Tetrastigma spp atau anggur hutan. Sementara Amorphophallus Titanum memiliki fase daun dan fase bunga yang tidak bersamaan.

    "Fase daun dapat mencapai satu sampai dua tahun. Setelah itu umbi akan memasuki masa istirahat atau dorman yang bisa lebih dari satu setengah tahun, kemudian barulah berbunga," paparnya. 

    Dian juga menuturkan, amorphophallus titanum sendiri masuk dalam kategori tumbuhan langka berdasarkan klasifikasi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan keberadaannya dilindungi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

    "Hasil penelitian yang dilakukan Poerba dan Yuzammi pada 2008, kelestariannya tumbuhan ini memerlukan bantuan manusia," pungkasnya.

    Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan LIPI KRB, R. Hendrian mengatakan, bunga bangkai ini termasuk suku talas-talasan (Araceae) sehingga memiliki umbi. Umbinya juga berukuran raksasa dengan berat dapat mencapai 117 kilogram.  

    “Umbi dari individu yang akan mekar ini diperoleh dari kerjasama LIPI dengan Kebun Raya Liwa, Lampung,” ujar R. Hendrian dalam keterangan tertulis yang diterima medcom.id, Bogor, Jawa Barat, Senin, 6 Januari 2020.

    Hendrian mengaku, konservasi jenis-jenis tumbuhan terancam di Indonesia akan menjadi salah satu fokus utama kegiatan penelitian LIPI di tahun ini. 

    “Beberapa kegiatan eksplorasi juga akan dilakukan untuk meningkatkan secara signifikan jumlah jenis tumbuhan terancam yang terkonservasi secara ex-situ di KRB,” tutupnya. 



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id