Mayoritas BUMDes di Bantul Belum Sehat

    Antara - 07 Januari 2020 14:10 WIB
    Mayoritas BUMDes di Bantul Belum Sehat
    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menandatangani piagam peresmian Sanggar Inovasi Desa Bumdes Panggung Lestari Desa Panggungharjo Bantul, DIY (Foto: ANTARA/Hery Sidik)
    Bantul: Wakil Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih, menyebutkan mayoritas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayahnya belum sehat. Karenanya, BUMDes butuh lebih banyak pendampingan dan dukungan pemerintah daerah.

    "Di Bantul banyak BUMDes bermunculan, tetapi belum banyak yang sehat. BUMDes sehat itu artinya (usaha) yang menguntungkan yang bisa menyetor dividennya kepada PADes (pendapatan asli desa)," katanya, melansir Antara, Selasa, 7 Januari 2020.

    Menurut dia, keberadaan BUMDes atau lembaga berbadan hukum yang dibentuk desa sangat berpengaruh terhadap kemandirian desa dan masyarakatnya. Sehingga apabila BUMDes-nya sehat, masyarakat bisa menerima dampak positifnya.

    "Kenapa ini penting, karena Undang-undang Desa itu mendorong desa supaya mandiri. Artinya, kemampuan fiskalnya harus kuat, tidak hanya mengandalkan alokasi dana desa (ADD), tetapi mereka harus bisa mencari uang sendiri melalui BUMDes," ungkapnya.

    Karenanya, kata Abdul, pemerintah daerah akan memberikan dukungan baik pendampingan maupun sarana penunjang yang dibutuhkan BUMDes. Harapannya, dapat berkembang dan memandirikan masyarakat seperti di Desa Panggungharjo Sewon.

    "Ada beberapa skema bantuan kabupaten ke desa. Misalnya di Desa Panggungharjo itu untuk penyempurnaan tempat pembuangan sampah sementara, rumah pilahnya, kemudian bisa memberikan hibah ke BUMDes, dukungan anggaran untuk kesehatan BUMDes," jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Bantul Sri Nuryanti mengatakan, dari total 75 desa se-Bantul, yang membentuk BUMDes hingga saat ini baru sebanyak 38 desa, namun diakui belum banyak yang maju.

    "Dari 38 BUMDes itu yang maju dan mandiri baru tiga, yaitu BUMDes di Desa Panggungharjo, Desa Srimartani dan Desa Srigading," imbuh dia.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id