BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Kian Dekat

    Ahmad Mustaqim - 26 Oktober 2020 11:31 WIB
    BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Kian Dekat
    Gunung Merapi--Antara/Hendra Nurdiyansyah
    Yogyakarta: Kepala Balai Penyelidikan dan Pengamatan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Hanik Humaida, menyebut perkembangan aktivitas Gunung Merapi menunjukkan erupsi semakin dekat. Kondisi visual gunung di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah menunjukkan sejumlah data pendukung.

    “Pemendekan EDM (Electronic Distance Measurement) juga terpantau di sekeliling Merapi. Hal ini menunjukkan waktu erupsi berikutnya sudah semakin dekat,” kata Hanik, Senin, 26 Oktober 2020. 

    Ia mengatakan, serangkaian kegempaan terus terjadi selepas letusan 21 Juli 2020, bahkan gempa vulkanik dangkal terjadi enam kali dalam sehari. Lalu, gempa multiphase terjadi 80 kali sehari. Sementara, deformasi terjadi dua sentimeter dalam sehari.

    “Perkembangan saat ini masih satu per 1.000 dari erupsi 2010 dan satu per 100 dibanding indeks erupsi pada 2006. Erupsi saat ini merupakan erupsi panjang sejak Mei 2018, atau sudah dua tahun lebih. Erupsinya didominasi gas bersifat eksplosif,” beber dia.
     
    Baca juga: 4 Posko Disiapkan Antisipasi Klaster Liburan Panjang

    Hanik tak bisa memperkirakan kapan letusan kembali terjadi. Namun, kata dia, jika kembali erupsi, kekuatannya tak akan sebesar pada 2010 dan cenderung seperti perilaku Gunung Merapi pada 2006.

    “Status Gunung Merapi sampai saat ini masih waspada. Aktivitas masih berlangsung, kita berharap harus siap krisis Merapi ke depan,” ungkapnya.

    Ia meyakini, masyarakat di lereng Gunung Merapi sudah bisa menyesuaikan apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung tersebut. Apalagi Gunung Merapi di dekat tempat tinggal sudah menjadi bagian hidup.

    Hanik menekankan, erupsi 2010 silam menjadi pembelajaran mitigasi bencana gunung api. Pembelajaran itu harus diperbarui dengan situasi pandemi covid-19 saat ini.

    “Di masa pandemi, penanganan bencana berbeda. Data pemantauan harus tersedia secara kontinyu,” jelas dia.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id