Pengungsi Longsor di Nganjuk Keracunan karena Mi Berformalin

    Antara - 19 Februari 2021 14:38 WIB
    Pengungsi Longsor di Nganjuk Keracunan karena Mi Berformalin
    Pasien korban keracunan makan mi ayam masih dirawat di Puskemas Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat, 19 Februari 2021. ANTARA Jatim/ istimewa



    Nganjuk: Kepolisian Resor Nganjuk mengungkap ada kandungan formalin dalam mi ayam yang dikirim donatur dan dikonsumsi pengungsi bencana longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Mi tersebut juga turut dikonsumsi oleh sejumlah relawan.

    "Saya perintahkan dari reskrim mengambil sampel mi, kuah, saus, kecap dan juga sayuran yang dicampur. Tadi malam sudah minta bantuan untuk food security dari kedokteran di Nganjuk. Nitrit nol, sianida nol, arsenin nol, tapi formalin 10," kata Kapolres Nganjuk, AKBP Harviadhi Agung Pratama, di Nganjuk, Jumat, 19 Februari 2021.




    Baca: 12 Pengungsi Tanah Longsor Nganjuk Keracunan

    Dia mengatakan dengan hasil penelitian tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa masyarakat mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, dan pusing lantaran makan mi ayam yang mengandung formalin.

    Pihaknya juga mengungkap laporan keracunan makanan itu diterimanya pada pukul 22.00 WIB, Kamis, 18 Februari 2021. Terdapat beberapa orang di posko penanganan bencana dan pengungsian yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing.

    Polres Nganjuk menurunkan tim dari satreskrim untuk penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, masyarakat yang mengalami gejala tersebut sejumlah 44 orang.

    "Saat ini tiga orang di RSUD Nganjuk, satu orang di RS Bhayangkara dan tujuh orang di Puskesmas Ngetos. Untuk 33 orang mengalami gejala ringan sehingga rawat jalan," jelasnya.

    Pihaknya juga mengevaluasi dari hasil penyelidikan keracunan makanan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, warga keracunan dari mi ayam yang dikonsumsi tersebut. Makanan itu pemberian donatur bukan yang dimasak dari dapur umum di posko.

    Dari informasi sementara, mi tersebut bantuan dari beberapa orang yang mengatasnamakan diri dalam paguyuban Mi Ayam Surabaya. Polisi juga langsung menindaklanjuti dengan menghubungi nomor kontak di paguyuban, yakni warga Sidoarjo dan satunya adalah warga Malang.

    "Kami sudah kontak identitas dan keberadaan. Siang ini saya perintahkan reskrim untuk penjemputan. Dua orang akan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut di Polres Nganjuk. Apabila ada unsur pidana, kami tingkatkan untuk proses lebih lanjut," ungkapnya.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id