Defisit Lahan, Pemenuhan Pangan Kota Yogyakarta dari Daerah Lain

    Ahmad Mustaqim - 12 April 2021 20:26 WIB
    Defisit Lahan, Pemenuhan Pangan Kota Yogyakarta dari Daerah Lain
    Penyerangan beras cadangan dari Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi (kanan) kepada Direktur PT Tarumartani, Nur Achmad Affandi. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim



    Yogyakarta: Defisit lahan pertanian di Kota Yogyakarta membuat wilayah ini tak mampu menopang kebutuhan pangan secara mandiri, dalam hal ini kebutuhan beras. Dari total luasan wilayah sekitar 4.600 hektare, lahan untuk pertanian hanya sekitar 50 hektare.

    "Luasan lahan pertanian kami hanya 52 hektare. (Pemenuhan) kebutuhan (beras) kami didukung daerah sekitar," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Suyana, saat penyerahan cadangan beras ke PT Tarumartani, Senin, 12 April 2021.






    Baca: Jelang Ramadan, Penjualan Kurma di Solo Meningkat

    Suyana menjelaskan produksi beras di wilayahnya hanya berkisar 500 ton per tahun. Padahal kebutuhan konsumsi warga sekitar 36 ribu ton per tahun.

    Ia mengatakan bakal berupaya mempertahankan keberadaan lahan pertanian itu dengan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law dan turunannya. Ia mengaku sudah memiliki gambaran bagaimana mempertahankan lahan itu.

    "Mempertahankan lahan pertanian ini bisa dilakukan caranya dengan menyediakan irigasi teknis agar pemanfaatan lahan pertanian bisa terjaga. Meskipun perkotaan, irigasi harus kami lestarikan," jelasnya.

    Pihaknya per hari ini menitipkan 15 ton beras cadangan kepada salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Daerah Istimewa Yogyakarta (BUMD), PT Tarumartani. Total beras cadangan yang dititipkan saat ini 31 ton.

    Sebagai komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta telah menetapkan kebutuhan cadangan beras sebesar 120 ton per tahun. Menurut dia, target itu bisa dipenuhi sekitar tiga hingga empat tahun ke depan.

    "Sekarang (cadangan beras Pemerintah Kota Yogyakarta) 31 ton. Setiap tahun kami tambah. Ke depan akan diupayakan (penambahan) lebih besar lagi," ungkapnya.

    Direktur PT Tarumartani, Nur Achmad Affandi, mengatakan pihaknya juga mengelola cadangan beras Pemerintah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul sejak 2019. Selain menyimpan, kata dia, pihaknya juga mengelola dan memasarkan.

    "Pengelolaan cadangan tak hanya fungsi penyimpanan, tapi juga mengatasi masalah di sektor pangan dan pertanian," kata Nur.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id