Langkah Cepat Penanganan Pipa Terbakar Diapresiasi

    Antara - 23 Oktober 2019 22:33 WIB
    Langkah Cepat Penanganan Pipa Terbakar Diapresiasi
    Seorang pemadam kebakaran membasuh mukanya saat berusaha memadamkan kebakaran pipa minyak milik PT Pertamina di Melong, Cimahi, Jawa Barat, Selasa (22/10/2019). Foto: Antara/Raisan Al Farisi
    Jakarta: Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PBHMI) mengapresiasi langkah cepat PT Pertamina (Persero) menangani insiden terbakarnya pipa penyaluran bahan bakar minyak (BBM). Kebakaran pipa terjadi di samping ruas tol Padalarang KM 130 Jawa Barat, kemarin. 

    "Salut kepada Pertamina yang langsung bergerak menangani insiden itu, sehingga api cepat dipadamkan dan pasokan BBM ke wilayah Bandung dan sekitarnya tidak terganggu," ujar Ketua PBHMI Bidang Pengembangan Sumber Daya Alam (PSDA) Pahmudin Kholik, di Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. 

    Langkah-langkah penanganan yang cepat seperti yang dilakukan Pertamina ini, kata Pahmudin, dapat menjadi contoh perusahaan energi lainnya dalam menangani insiden. Terlebih BBM merupakan sumber energi vital, yang jika terjadi gangguan pasokan, dapat mengakibatkan gejolak sosial dan ekonomi. 

    "Bagaimana Pertamina melokalisasi persoalan, fokus pada pemadaman, serta mencegah bertambahnya korban, bisa dicontoh untuk menjadi SOP (prosedur operasi standar) di perusahaan-perusahaan energi lainnya yang beroperasi di Indonesia," jelasnya. 

    Lebih lanjut aktivis asal Sulawesi Selatan ini mendesak agar aparat keamanan menginvestigasi tuntas kasus ini untuk mencari penyebab insiden tersebut. Pihak yang melakukan kelalaian harus bertanggung jawab secara hukum dan mengganti kerugian akibat insiden yang ditimbulkan. 

    "Kami mengetahui dari media bahwa ada dugaan terbakarnya pipa BBM akibat tertumbuk tiang pancang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Pihak yang berwajib harus mengusut tuntas kebenaran dugaan itu, agar tidak terulang kembali di kemudian hari," kata dia. 

    Pahmudin mengaku mendapatkan info dari beberapa sumber bahwa peta jalur pipa BBM sudah diserahkan Pertamina ke pihak KCIC sejak 2015. Sehingga, ia heran mengapa masih ada tiang pancang proyek yang mengenai jalur pipa yang amat vital untuk penyaluran energi tersebut. 

    "Kami akan terus memonitor perkembangan kasus ini. Kami berharap aparat bekerja profesional untuk mengusut penyebabnya dan siapa pihak yang harus bertanggung jawab. Karena, akibat insiden ini, rakyat yang paling dirugikan," tandasnya.

    Insiden terbakarnya pipa penyaluran BBM yang berada di samping ruas tol Padalarang KM 130, terjadi pada Selasa, 22 Oktober 2019. Akibat kejadian ini, Pertamina mengalihkan penyaluran BBM ke wilayah Bandung dan sekitarnya menggunakan mobil-mobil tangki. Satu korban tewas akibat insiden tersebut, yakni seorang operator alat pemasang tiang pancang proyek KCIC.






    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id