BMKG Tetapkan Status Awas Kekeringan di Kabupaten Tangerang

    Hendrik Simorangkir - 03 September 2019 19:31 WIB
    BMKG Tetapkan Status Awas Kekeringan di Kabupaten Tangerang
    Kekeringan di wilayah Kabupaten Tangerang. Foto: Medcom.id/Hendrik S
    Tangerang: Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan di Kabupaten Tangerang, Banten. Wilayah berjuluk seribu industri itu ditetapkan status awas kekeringan oleh BMKG. 

    Kepala seksi (Kasi) Data dan Informasi Stasiun Geofisika BMKG Tangerang Urip Setiyono mengatakan peluang terjadi hujan di wilayah Kabupaten Tangerang masih rendah. 

    "Dasarian II pada 31 Agustus 2019, menunjukan sebagian wilayah Kabupaten Tangerang, dalam kategori HTH (hari tanpa hujan) sangat panjang dari 31-60 hari. Jadi sebagian besar berada pada kategori rendah dari 0 sampai 50 milimeter," ujar Urip, Selasa, 3 September 2019. 

    Urip menjelaskan dari analisis curah hujan dasarian tersebut wilayah Kabupaten Tangerang sudah mengalami kekeringan, keterbatasan air bersih dan peningkatan polusi udara.

    "Peringatan dini kekeringan meteorologis ter-update pada 31 Agustus 2019, menunjukan telah terjadi kekeringan. Terutama Kabupaten Tangerang bagian Timur Laut sudah berstatus Awas," katanya.

    Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang belum menetapkan kekeringan di wilayah itu dengan status tanggap darurat bencana. Karena masih menunggu kondisi dua pekan ke depan. 

    Pemkab Tangerang mengklaim seluruh bantuan berupa pangan dan air bersih sudah disalurkan ke masyarakat terdampak kekeringan.

    Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Agus Suryana, menuturkan kekeringan di wilayah Kabupaten Tangerang masih berstatus siaga bukan status awas. 

    "Pertimbangannya kemarin kan hujan besar dan relatif merata, jadi dari laporan para camat dan dinas terkait, debit air sudah mulai ada begitu juga air permukaan," jelas Agus.

    Agus mengungkap dari 29 kecamatan, terdapat 26 kecamatan yang terdampak kekeringan. Dengan hujan yang terbilang rata saat itu, dampak kekeringan diklaim sudah turun menjadi 16 kecamatan di Kabupaten Tangerang. 

    "16 kecamatan yang masih terdampak dan sudah menurun, tetapi kalau dua minggu ke depan tidak ada hujan kita akan usulkan ke bupati untuk status tanggap darurat," ucap Agus.

    Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, menjelaskan wilayah Kabupaten Tangerang masih menghadapi musim kemarau sampai Desember. Dia mengklaim masyarakat terdampak sudah mendapat bantuan. 

    "Ketersediaan pangan (beras) masih dalam kondisi aman untuk saat ini, pasokan air bersih dari PDAM pun masih aman. Tetapi paling tidak kita lihat kondisi di pertengahan minggu kedua atau minggu ketiga September, mudah-mudahan tidak memburuk," kata Zaki.

    Zaki menerangkan akan menetapka status tanggap darurat bencana kekeringan setelah sebit air Sungai Cisadane menipis dan huhjan tidak kunjung turun. 

    "Mudah-mudahan dalam waktu tiga minggu ada hujan di tengah-tengah kita begitu," jelasnya. 




    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id