comscore

Ridwan Kamil Minta Hakim Kabulkan Tuntutan Hukuman Mati Herry Wirawan

Roni Kurniawan - 12 Januari 2022 12:38 WIB
Ridwan Kamil Minta Hakim Kabulkan Tuntutan Hukuman Mati Herry Wirawan
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok/Pemprov Jabar)
Bandung: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berharap majelis hakim mengabulkan tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa pemerkosaan 13 santriwati, Herry Wirawan. Tuntutan hukuman mati dinilai pantas didapatkan kepada Herry Wirawan atas perbuatan bejatnya.

"Saya mengapresiasi tuntutan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, mudah-mudahan hakim juga melihat ini sebagai keadilan dunia yang harus diterima oleh dia yang melakukan kejahatan luar biasa," kata Emil sapaan akrab Ridwan Kamil di Cimahi, Rabu, 12 Januari 2022.

 



Emil menuturkan tuntutan hukuman mati dinilai telah sesuai dengan harapan dari masyarakat yang sangat geram dengan tindakan Herry. Terlebih Herry merupakan tenaga pendidik yang seharusnya menjaga para santriwati tersebut yang diamanahkan para orangtua.

"Tuntutan hukuman mati buat Herry sangat sesuai dengan harapan dan memenuhi keadilan dari para korban yang jumlahnya banyak, dan memenuhi harapan masyarakat agar pelaku biadab seperti Herry ini dituntut hukuman setinggi tingginya," jelas Emil.

Baca: Plt Wali Kota Bandung Sepakat Herry Wirawan Dihukum Mati

Emil berharap agar kasus serupa tidak terulang khususnya di Jabar. Ia mengimbau kepada seluruh tenaga pendidik agar menjunjung tinggi nilai azas kemanusiaan dan menjaga amanah dari profesinya tersebut.

Sebelumnya terdakwa pemerkosaan terhadap 13 santriwati di Kota Bandung, Herry Wirawan, dituntut hukuman mati. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai Herry terbukti melakukan tindak pidana perlindungan anak.
 
"Menuntut terdakwa dengan hukuman mati," kata Kepala Kejati Jawa Barat, Asep N Mulyana, Selasa, 11 September 2022.
 
Atas perbuatannya Herry dikenakan Pasal 81 ayat 1, ayat 3, ayat 5 jo Pasal 78D UU Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang Jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

(DEN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id