comscore

Populer Daerah: KKB di Papua Kembali Menyerang Hingga Jalur Alternatif Mudik Lebaran

Antara - 24 April 2022 08:33 WIB
Populer Daerah: KKB di Papua Kembali Menyerang Hingga Jalur Alternatif Mudik Lebaran
ilustrasi/Medcom.id
Jayapura: Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali menyerang Pos Satgas Muara Perairan (Mupe) Yonif Marinir-3 di Kalikote, Kabupaten Nduga, Papua. Penyerangan yang dilakukan Jumat sore, 22 April 2022, menyebabkan satu prajurit meninggal, yakni Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar dan seorang lainnya terkena rekoset di bagian bahu, yakni Mayor Mar Lilik Cahyanto.
 
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Herman Taryaman mengatakan insiden itu baru diketahui Sabtu pagi, 23 April 2022, dan korban langsung dievakuasi ke Timika.
 
"Evakuasi menggunakan helikopter Caracal milik TNI-AU dan jenazah Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar akan dimakamkan di kampung halamannya di Lamongan, Jawa Timur," jelas Letkol Kav Herman.
 
Pada 26 Maret 2022, KKB pimpinan Egianus Kogoya menyerang Pos Satgas Mupedi Kwareh Bawah, Kabupaten Nduga,hingga menyebabkan dua prajurit Marinir meninggal dan delapan orang mengalami luka-luka.
 
Dua prajurit yang meninggal dalam serangan itu yakni Dan Pos Letda Mar Moh Iqbal dan Pratu Mar Wilson Anderson.

Artikel penyerangan KKB menjadi artikel paling banyak dibaca di kanal Daerah Medcom.id. Berita lain yang tak kalah menarik perhatian pembaca terkait aktivitas vulkanik Gunung Merapi.
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi dalam sepakan terakhir. Hasil pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam periode 15-21 April 2022, menunjukkan erupsi masih terjadi lebih dari 100 kali dan kubah lava cenderung stagnan. 
 
"Pada minggu ini terjadi sekali awan panas guguran ke arah barat daya (hulu Sungai Bebeng) dan guguran lava sebanyak 150 kali," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, di Yogyakarta, Sabtu, 23 April 2022. 
 
Ia menjelaskan erupsi awan panas tersebut meluncur sejauh 2 kilometer. Adapun material lava yang meluncur ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng juga sejauh maksimal 2 kilometer.

Hanik mengungkapkan hasil analisis morfologi dari Stasiun kamera Deles 5, Tunggularum, Ngepos, dan Babadan 2 menunjukkan kubah lava tidak teramati adanya perubahan ketinggian kubah. Ia mengatakan kubah lava bagian tengah juga tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan. 
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id