comscore

Dinkes Jombang Bentuk Tim Usut Kematian Siswa SD usai Divaksin

MetroTV - 30 Desember 2021 13:16 WIB
Dinkes Jombang Bentuk Tim Usut Kematian Siswa SD usai Divaksin
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Budi Nugroho. (Foto: Metro TV)
Jombang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, membentuk tim investigasi guna mencari penyebab pasti kematian pelajar Sekolah Dasar (SD), MBS, 12, setelah disuntik vaksin covid-19.

Tim melibatkan Komisi Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Kabupaten Jombang, Komda KIPI Provinsi Jawa Timur, hingga Komisi Nasional (Komnas) KIPI Pusat.
Dalam proses investigasi, tim akan bekerja menelusuri rekam jejak kesehatan bocah tersebut sebelum disuntik vaksin covid-19 jenis Pfizer untuk dosis pertama.

"Tim Investigasi sedang menelusuri riwayat penyakitnya dan apa saja yang dilakukan setelah vaksinasi. Jika ada komorbid, petugas tentu akan cari datanya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Budi Nugroho, Kamis, 30 Desember 2021.

Budi menyebut pihaknya tidak berwenang untuk menentukan benar atau tidaknya meninggal karena vaksin. Ia menjelaskan Komda KIPI adalah pihak yang berhak menjelaskan detail kematian tersebut.

Baca juga: 1.015 Bencana Melanda DIY selama 2021

"Hari ini kita belum bisa mengambil kesimpulan, karena itu dalam wilayah Komda KIPI Kabupaten Jombang yang diketuai oleh Dokter Spesialis Anak. Besok juga akan digelar rapat dengan Komda KIPI Provinsi Jatim dan Komnas KIPI Pusat untuk menelusur penyebab sesungguhnya," imbuh Budi.

Sebelumnya, Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengatakan jika putra kedua dari pasangan Kaswan, 50 dan Miyatin, 58, meninggal bukan karena KIPI. Sebab, prosedur screening sudah dijalankan oleh vaksinator dan MBS dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima vaksinasi.

"Anak kelas 6 SD ini barusan khitan pada 11 Desember. Lima hari kemudian ikut vaksin. Setelah vaksin malamnya panas dan paginya dibawa ke Puskesmas sudah meninggal. Jadi ini jangan diartikan karena vaksin. Kita sudah lalui semua prosedur sesuai ketentuan vaksin," kata Mundjidah.

MBS sebelumnya menerima vaksinasi dengan jenis vaksin Pfizer pada Senin, 27 Desember 2021. Malamnya korban demam tinggi serta muntah lalu dibawa ke Puskesmas Mayangan, Jogoroto, namun nyawa bocah tersebut tidak tertolong, dan dinyatakan meninggal pukul 05.00 WIB, Selasa, Desember 2021. (Amiruddin Zakky)

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id