Normalisasi Wisata Bromo Tunggu Izin 4 Pemda

    Amaluddin - 26 Juni 2020 15:42 WIB
    Normalisasi Wisata Bromo Tunggu Izin 4 Pemda
    ilustrasi Medcom.id
    Surabaya: Balai Besar Taman Nasional Bromo-Tengger Semeru (BB TNBTS), masih menunggu izin dari empat pemerintah daerah (Pemda) untuk membuka kembali. Wisata Bromo sendiri ditutup sejak 19 Maret hingga Juni 2020.

    "Kami masih menunggu izin dari Pemda untuk membuka kembali Wisata Bromo," kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BB TNBTS, Syarif Hidayat, saat dikonfirmasi Jumat, 26 Juni 2020.

    Baca: Gugus Tugas Covid-19 Sulteng Minta Warga Waspadai OTG

    Syarif mengatakan Wisata Bromo merupakan otoritas empat daerah yang saling berkaitan, yakni Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Malang, dan Pasuruan. Sementara masing-masing daerah berada di zona berbeda, seperti zona merah (risiko tinggi), orange (risiko sedang), dan kuning (risiko aman) berkaitan perkembangan penyebaran covid-19.

    "Artinya apa, kewenangan Wisata Bromo bukan otoritas TNBTS, tapi kewenangan pemda setempat. Sehingga harus ada surat rekomendasi untuk bisa dibuka kembali," ujarnya.

    Saat ini Syarif mengaku tengah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mempersiapkan pembukaan kawasan wisata Gunung Bromo. Draft SOP ini mengacu kepada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07, tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum, dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

    Setelah SOP tersebut disahkan, Syarif mengatakan akan melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak, termasuk dengan pelaku jasa wisata Gunung Bromo. "Kami saat ini masih rapat internal, sekalian menunggu masukan dan tambahan dari berbagai pihak untuk penyusunan SOP. Begitu selesai, nanti kami sosialisasikan," ujar Syarif.

    Sebelumnya Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ingin kawasan wisata di Jatim bisa kembali normal menerima wisatawan. Dengan harapan prekonomian di Jatim tumbuh berkembah seperti semula.

    Salah satunya potensi wisata Gunung Bromo yang meliputi empat kabupaten, yakni Lumajang, Probolinggo, Malang, hingga Pasuruan. Pada titik tersebut, kata Khofifah, biasa terjadi kepadatan kunjungan, sehingga diperlukan pengetatan ekstra protokol kesehatan.

    Kawasan wisata Bromo dan Selingkar Ijen ini juga merupakan bagian yang diprioritaskan dalam Perpres 80 tahun 2019. Di sisi lain, juga menjadi program prioritas dan super prioritas lainnya yang disiapkan untuk 2021 mendatang.

    "Karena ini adalah wisata alam. Tentunya dengan SOP-SOP yang dikordinasikan secara teknis. Terutama untuk bisa mencapai sun rise di Seruni satu," kata Khofifah.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id