Warga Desa Waru Sidoarjo Tak Tahu Jenazah Terinfeksi Covid-19

    Syaikhul Hadi - 20 Mei 2020 13:57 WIB
    Warga Desa Waru Sidoarjo Tak Tahu Jenazah Terinfeksi Covid-19
    Ilustrasi pemakaman pasien covid-19. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi
    Sidoarjo: Perangkat Desa di Kecamatan Waru meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo membuka data warga positif covid-19 usai memandikan jenazah pasien. Perangkat desa khawatir penyebaran semakin meluas jika data tak diungkap ke publik. 

    "Tolong kami diberi data yang akurat, siapa saja warga kami yang masuk dalam daftar ODP, PDP dan Positif. Sehingga kami bisa melakukan pencegahan terutama siapa yang bisa kami lindungi, kami jaga, dan kami beri bantuan," ungkap salah satu kades, Selasa, 19 Mei 2020 malam. 

    Sementara Kepala Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Iswahyudi menceritakan ihwal penyebaran covid-19 saat prosesi pemakaman pasien covid-19 beberap waktu lalu. Menurut warga, jenazah tersebut negatif karena proses penjemputan jenazah dari rumah sakit tidak menerapkan protokol covid-19.

    Baca: Mandikan Jenazah Covid-19, Ratusan KK di Sidoarjo Diisolasi

    "Warga mikirnya itu pasien negatif, bukan positif. Karena yang jemput tidak menggunakan APD, hanya sopir ambulansnya saja yang menggunakan APD baju Hazmat. Sehingga sesampainya di rumah ya dilakukan seperti jenazah pada umumnya," cerita Iswahyudi. 

    Tak hanya membuka peti jenazah, pihak keluarga dan warga bergotong royong untuk memandikan, menyalati hingga menguburkan jenazah. Namun, setelah semua itu dilakukan ternyata baru diketahui warga  jenazah positif covid-19.

    "Bagaimana kami mau mencegahnya, kalau kami tidak tahu siapa yang masuk dalam daftar tersebut," tegasnya. 

    Pelaksana tugas Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifuddin mengatakan sebaran covid-19 di kawasan Waru sebagai bentuk keteledoran. Dalam pertemuan kali ini pihaknya menekankan adanya pengawasan yang ketat bagi warga. 

    "Kan sudah tahu semuanya, pengawasan harus ketat, tingkat desa harus tahu, relawan harus tahu, sehingga datanya juga demikian diberikan ke desa," ujar Nur Achmad Syaifuddin. 

    Alasannya, agar perangkat desa tahu siapa yang harus diawasi, siapa yang harus dijaga, dan siapa yang harus dibantu dalam penanganan covid-19.  "Khusus RW 12, Desa Waru, Kecamatan Waru, karantina harus maksimal. Kita lockdown, dijaga ketat, kebutuhan kota penuhi, polisi dan TNI akan membantu untuk memenuhi itu," tandasnya. 




    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id