8 RS di Jayapura Setop Sementara Pelayanan Partus Normal

    Roylinus Ratumakin - 11 Mei 2020 12:57 WIB
    8 RS di Jayapura Setop Sementara Pelayanan Partus Normal
    Kepala Satgas Pencegahan Covid-19 Papua, Silwanus Sumule. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)



    Jayapura: Sebanyak delapan rumah sakit (RS) di Kota dan Kabupaten Jayapura, Papua, untuk sementara tak lagi melayani proses persalinan atau partus normal. Pasalnya kedelapan RS tersebut telah penuh oleh pasien virus korona.

    Kepala Satgas Pencegahan Covid-19 Papua, Silwanus Sumule, mengatakan, atas kondisi itu, pihaknya mendorong agar wanita hamil yang tak mengalami kondisi medis khusus dan bisa melahirkan secara normal hanya ditangani di Puskesmas untuk beberapa bulan ke depan.

     



    “Kami sudah diskusikan itu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura untuk mengoperasionalkan kamar-kamar bersalin agar kasus-kasus yang bisa lahir normal dapat ditangani di Puskesmas dengan protokol kesehatan,” kata Silwanus, Senin, 11 Mei 2020.

    Menurut dia, saat ini pasien positif covid-19 di Kota Jayapura sebanyak 29 orang sedangkan di Kabupaten Jayapura, 43 orang. Jumlah itu belum ditambah pasien rujukan dari Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Keerom, juga puluhan pasien dalam pengawasan (PDP).

    Baca juga: Rapid Test Disiapkan di Bandara Sultan Hasanuddin

    Silwanus membeberkan delapan rumah sakit tersebut antara lain RSUD Jayapura, RSUD Abepura, RSUD Yowari, RS Bhayangkara, RS Marthen Indey, RS Angkatan Laut, RS Dian Harapan, dan RS Provita

    “Dan semua pasien yang masuk di UGD rumah sakit, harus diperiksa rapid test termasuk ibu hamil,” ujarnya.

    Ia mengakui pihaknya juga mendorong agar Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) dalam pelayanan covid-19 diberlakukan di seluruh Papua. Khususnya Jayapura.

    “Secara teori kita sudah menerapkan, namun dalam implementasinya belum optimal. Secara sistem sudah ada, beberapa kasus juga sudah jalan, tapi belum optimal,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan 13 Puskesmas yang dirujuk untuk pasien partus normal.

    "Selama ini kita di Puskesmas memang menolong persalinan, baik yang punya rumah singgah maupun tidak, semuanya melayani persalinan,” kata Nyoman.

    Baca juga: Tiga Kabupaten di Papua Belum Terpapar Covid-19

    Menurut Nyoman, dari 13 Puskesmas di Kota Jayapura, saat ini ada empat Puskesmas yang memiliki rumah tunggu yakni Puskesmas Twano, Yoka, Abepante, dan Koya Barat. Sementara Puskesmas lainnya kendati belum tersedia rumah tunggu, tetapi tetap menerima pelayanan persalinan normal.

    “Kami sudah melengkapi semua petugas medis di Puskesmas dengan APD (Alat Pelindung Diri). Jadi tidak ada masalah dan Puskesmas kami sudah terakreditasi semua. Ranahnya partus normal itu memang di Puskesmas,” tegasnya.

    Nyoman mengakui pihaknya sempat khawatir ketika mendapati kabar terjadi pandemi covid-19, terlebih petugas medis di Puskesmas tak dilengkapi APD. Karena itu ia lebih sering merujuk pasien ke rumah sakit. 

    “Setelah kami dapat APD semua mulai bekerja normal. Karena kami juga sebenarnya enggak suka merujuk pasien, selagi bisa ditangani. Sekarang semua Puskesmas bahkan sudah kami bekali dengan rapid test, tak ada lagu masalah,” pungkasnya.


    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id