Warga Kabupaten Bogor Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

    Rizky Dewantara - 14 Mei 2020 08:44 WIB
    Warga Kabupaten Bogor Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
    Ilustrasi. Medcom.id
    Bogor: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meminta masyarakat waspada cuaca ekstrem yang berpeluang melanda Kabupaten Bogor hingga akhir Mei 2020. Sepekan terakhir, hujan deras kerap mengguyur wilayah Bogor Barat sampai Banten. 

    "Pantauan BMKG, hingga akhir Mei 2020 wilayah kabupaten Bogor masih berpeluang terjadi cuaca ekstrem," ungkap Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko, Asep Firman dalam keterangan tertulis, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 14 Mei 2020.

    Dia menyatakan, peluang terjadinya cuaca ekstrem di kabupaten Bogor masih sangat tinggi. Khususnya wilayah Kabupaten Bogor bagian barat, dengan peluang tertinggi.

    "Hal ini terjadi karena dalam Dasarian I Mei anomali suhu permukaan laut Jawa -0.25 s/d 0.25°C dan selatan Jawa dengan kisaran anomali SST antara -0.25 s/d +2°C. Jadi permukaan laut yang hangat cenderung memberikan suplai uap air yang cukup untuk proses terjadinya hujan," paparnya.

    Baca: 14 Rumah di Kabupaten Bogor Hancur Diterjang Longsor

    Lebih lanjut, untuk Anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) wilayah Jawa Barat, masih menjadikan daerah ini sebagai daerah pembentukan awan (OLR ≤ 220 W/m2) terutama di Jawa Barat bagian barat.

    "Sementara angin baratan masih mendominasi wilayah Indonesia, angin baratan yang bertiup umumnya lebih kuat dibandingkan klimatologisnya. Angin dari Selatan mendominasi wilayah Indonesia, kecuali Sumatera dan Jawa bagian barat. Aliran massa udara dari selatan umumnya lebih kuat dibandingkan klimatologisnya," jelasnya.

    Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada bencana alam cuaca eksrem di tengah pandemi covid-19. Daerah dengan kemiringan lahan lebih dari 45 derajat sangat rawan terjadi banjir bandang dan tanah longsor, ketika hujan berturut-turut minimal tiga hari sebelumnya.

    "Hujan deras biasanya disertai angin kencang dan petir, berlindung pada tempat yang aman untuk menghindari angin kencang dan tanaman roboh dan benda jatuh. Juga hindari sambaran petir yang bisa menginduksi manusia pada peralatan elektronika yang digunakan pada saat terjadi petir," tandasnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id