SIKM Jakarta untuk Warga Depok Khusus Pekerja dan Pelaku Usaha

    Octavianus Dwi Sutrisno - 26 Mei 2020 22:25 WIB
    SIKM Jakarta untuk Warga Depok Khusus Pekerja dan Pelaku Usaha
    Petugas kepolisian mengalihkan arus lalu lintas di perbatasan Kota Tangerang - Kota Tangerang Selatan, Banten. Antara Foto/Fauzan
    Depok: Kasatlantas Polres Metro Kota Depok Kompol Erwin Aras menegaskan, seluruh warga Depok yang hendak masuk wilayah Ibu Kota diwajibkan memiliki Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM). Surat itu dikeluarkan langsung oleh Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.

    Menurut dia persyaratan permohonan SIKM meliputi pengantar RT/RW sesuai domisili warga. Serta surat pernyataan sehat, surat keterangan bekerja di Jakarta (SIKM berulang), surat perjalanan dinas dari kantor, pas foto berwarna, KTP yang sudah di-scan.

    "Jenis SIKM terbagi dua, pertama untuk perjalanan berulang yang diperuntukkan bagi pekerja dan pelaku usaha yang berdomisili di DKI Jakarta namun bekerja, atau memiliki tempat usaha di luar Jabodetabek. Begitu juga sebaliknya," ucap Erwin di Mapolres Metro Depok Selasa 26 Mei 2020.

    Kemudian kedua, SIKM bersifat perjalanan sekali yang diperuntukkan bagi orang atau pelaku usaha yang berdomisili di luar wilayah Jabodetabek, dengan beberapa persyaratan. "Persyaratannya harus memiliki tempat tinggal, atau tempat usaha di DKI Jakarta. Keperluan mendesak, antara lain perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat, atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia," katanya.

    Erwin menegaskan kriteria orang, pelaku usaha, maupun orang asing karena tugas dan pekerjaannya dapat memiliki SIKM. Mereka yang bekerja di seluruh Kantor Instansi Pemerintahan baik pusat maupun daerah.

    "Kantor perwakilan negara asing, atau organisasi internasional. BUMN dan BUMD yang turut serta dalam penanganan Covid - 19, atau bertugas memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan tetap mengikuti pengaturan dari Kementerian dan Pemprov DKI Jakarta," tegasnya.

    Selain itu, pelaku usaha yang bergerak di sejumlah sektor seperti kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan tekhnologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional, objek tertentu.

    "Organisasi kemasyarakatan lokal dan internasional yang bergerak pada sektor kebencanaan, atau sosial," jelasnya.

    Permohonan kepemilikan dan kelengkapan SIKM dapat diajukan melalui website corona.jakarta.go.id. Erwin melanjutkan orang yang diperbolehkan bepergian antara lain pimpinan lembaga tinggi negara, korps perwakilan negara asing atau organisasi internasional, anggota TNI/Polri, petugas jalan tol, petugas penanganan penyebaran covid-19 termasuk tenaga medis, petugas pemadam kebakaran, ambulans, mobil jenazah, pengemudi mobil barang dengan tidak membawa penumpang, pengendara pengangkut obat-obatan dan alat kesehatan, pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

    "Jika melanggar mereka yang berasal dari wilayah DKI Jakarta akan diarahkan kembali, lalu yang berasal dari luar DKI juga diputar balik kembali ke tempat asal perjalanannya. Atau dikarantina selama 14 hari di tempat yang ditunjuk oleh gugus tugas percepatan covid-19," tandasnya.

    Selanjutnya Erwin menuturkan pembatasan secara ketat juga telah dilakukan oleh petugas gabungan di seluruh wilayah Jabodetabek. Strategi penyekatan pada setiap pos check point dikhususkan bagi pemudik (arus balik). 

    "Ini dikhususkan bagi arus balik, karena kalau tidak direm maka dikhawatirkan muncul fase kedua (covid-19), kalau tidak ditekan maka negara akan sulit," tuturnya.

    Selanjutnya, hingga saat ini berdasarkan informasi yang dihimpun, ada kurang lebih 20 kendaraan pemudik yang rata-rata berjenis mobil travel melintas pada H+1 Lebaran. Diprediksi puncak arus balik terjadi malam ini, pasalnya diindikasi mereka mengetahui mengenai adanya pengetatan di berbagai wilayah.

    "Karena adanya pengetatan mereka curi start terbukti di Cikarang kemaren puter balik sekitar 100 kendaraan lebih," jelasnya.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id