Rumpin Bakal Jadi Ibu Kota Bogor Barat

    Antara - 27 Agustus 2020 13:40 WIB
    Rumpin Bakal Jadi Ibu Kota Bogor Barat
    Bupati Bogor, Ade Yasin. Medcom.id/Rizky Dewantara
    Cibinong: Bupati Bogor, Ade Yasin, akan melakukan pengkajian akademis terhadap Kecamatan Rumpin setelah diajukan sebagai ibu kota baru Kabupaten Bogor Barat. Ade menjelaskan kajian akademis akan dilakukan dalam waktu dekat menggunakan APBD Perubahan Kabupaten Bogor pada 2020.

    "Kami akan ajukan di (APBD) perubahan untuk melakukan kajian akademis mengenai ibu kota (DOB) Bogor Barat," kata Ade di Bogor, Kamis, 27 Agustus 2020.

    Baca: Terduga Pembunuh Satu Keluarga di Sukoharjo Mengaku Tak Menyesal

    Dia menjelaskan penunjukkan Rumpin sebagai ibu kota kabupaten itu tak lepas dari pertimbangan potensi dan sumber daya sehingga dinilai menjadi daerah otonom yang dapat meningkatkan pelayanan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.

    Ade juga menyebut Rumpin merupakan kawasan yang strategis karena berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan, Banten, dan membuat Rumpin potensial dijadikan kawasan bisnis unggulan di Kawasan Kabupaten Bogor Barat.

    "Dari segi topografi juga di Kecamatan Rumpin ini terdapat dua situ dengan luas 2,7 hektare dan sejumlah mata air yang berfungsi sebagai reservoir atau tempat resapan air dan dapat dimanfaatkan sebagai pertanian, budidaya perikanan dan pariwisata," ujar Ade.

    Rumpin dinilai memiliki potensi sumber daya alam berupa batu andesit terbaik di Indonesia. Ade mencatat Perusahaan Holcim dan Waskita merupakan bagian dari puluhan perusahaan mineral yang melakukan eksplorasi di wilayah Rumpin.

    Di Kecamatan Rumpin juga terdapat Markas Komando Detasemen Bravo Korps Pasukan Khas TNI AU, Pusat Teknologi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Pusdiklat Bela Negara Kementerian Pertahanan, serta Balai Diklat Kehutanan Kementerian Kehutanan Rumpin.

    "Di Rumpin juga terdapat wisata pendakian populer, Gunung Munara Rumpin yang selain memiliki keindahan pemandangan alam juga menyimpan sejumlah situs bernilai historis seperti petilasan Syaikh Maulana Hasanudin dan petilasan Presiden Soekarno," ujarnya.

    Sementara Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Sadar Muslihat, mengatakan pihaknya merestui langkah Pemerintah Kabupaten Bogor yang akan melakukan pengkajian kembali penempatan lokasi calon ibu kota daerah otonomi baru Kabupaten Bogor Barat.

    "Yang terpenting kajian ibu kota harus dilakukan secara independen dan diawasi. Persyaratan dan lain sebagainya juga mesti sudah siap, meski belum ada kabar moratorium bakal dicabut. Kalau soal ibu kota, kita serahkan kepada kajiannya," ujar Sadar.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id