Uu Bantah Intoleransi Terjadi di Jawa Barat

    Roni Kurniawan - 26 November 2019 12:41 WIB
    Uu Bantah Intoleransi Terjadi di Jawa Barat
    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (Foto: Medcom.id/Ahmad Rofahan)
    Bandung: Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mempertanyakan hasil riset SETARA Institute yang menyebut Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebagai daerah nomor satu paling tidak toleran se-Indonesia.

    Uu mengatakan sejak menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya hingga duduk di kursi Wakil Gubernur, belum pernah ia mendengar kasus intimidasi terhadap etnis masyarakat tertentu. 

    "Misalnya nonmuslim dikafir-kafirkan atau dicemooh kayaknya tidak ada (di Jawa Barat)," kata Uu di Bandung, Selasa, 26 November 2019.

    Uu mengakui mayoritas masyarakat di Jabar merupakan pemeluk agama Islam. Namun kasus intoleransi di Jabar seperti persekusi atau pelarangan ibadah tidak terjadi. Warga nonmuslim bisa beribadah dengan tenang, kata dia.

    Bahkan, ia sempat didatangi Komnas HAM ketika menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, soal kasus intoleransi. Tetapi tidak ada bukti yang bisa menunjukkan Jawa Barat tidak toleran kepada kelompok masyarakat tertentu.

    "Komnas HAM sampai tiga kali (datang) untuk mengklarifikasi intoleransi. Tapi hasilnya tetap saja nihil," pungkas Uu.

    Setara Institute sebelumnya menyebut Jawa Barat merupakan daerah dengan tingkat intoleransi tertinggi di Indonesia. Terutama, terkait pelanggaran kebebasan beragama. 

    Setara mencontohkan banyak aktor lokal yang terus menerus melakukan persekekusi atas minoritas. Bahkan ada 629 kasus pelanggaran kebebasan beragama di Jabar selama 12 tahun terakhir.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id