Depok Keluarkan Status Tanggap Bencana

    Octavianus Dwi Sutrisno - 02 Januari 2020 18:50 WIB
    Depok Keluarkan Status Tanggap Bencana
    Banjir di Jalan Kartini, Pancoran Mas, Depok. Foto: Medcom.id/Octavianus
    Depok: Pemerintah Kota Depok menetapkan status tanggap darurat setelah insiden banjir dan tanah longsor di wilayah Depok, Jawa Barat. Status itu dituangkan dalam Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor: 433/01/kpts/DPKP/Huk/2020.

    Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad mengatakan keputusan status tanggap darurat bencana longsor, banjir, angin kencang itu dikeluarkan dengan jangka waktu selama 14 hari. Terhitung sejak 1 Januari hingga 14 Januari 2020.

    "Kita menetapkan status ini berdasarkan laporan dan pengkajian cepat dampak dari bencana kemarin, kerugian selain harta benda, infrastruktur, juga jiwa," Ucap Idris di Gedung Balai Kota Depok, Kamis, 2 Januari 2020.

    Dia melanjutkan penetapan status tanggap darurat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Selain itu untuk memperhatikan akibat dan dampak yang ditimbulkan. 

    "Besar anggaran tanggap darurat bencana untuk 2020 sebesar Rp 20 miliar. Peruntukan untuk dua jenis kegiatan yakni permanen dan non permanen," bebernya.

    Idris menerangkan kegiatan permanen meliputi pembangunan terkait infrastruktur yang diakibatkan bencana alam. Sedangkan non permanen yaitu pembangunan sifatnya sementara dan pelaksanaan bantuan logistik seperti penyediaan tenda darurat, dapur umum, bantuan obat-obat, makanan dan minuman untuk keperluan pengungsi korban bencana.

    "Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan pada anggaran APBD 2020 serta sumber lainnya yang tidak mengikat," jelasnya.

    Dia juga menunjuk Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok selaku Komandan Tim Tanggap Darurat Bencana Alam di Kota Depok. Penunjukkan terkait koordinasi dengan perangkat daerah lainnya dalam upaya penanganan tanggap darurat.

    Sementara itu berdasarkan pemantauan Dinas Pemadam kebakaran Dan Penyelamatan Kota Depok, debit air di beberapa wilayah yang terdampak banjir semakin menurun. Saat ini, banjir tersisa di Cinere, Tapos, Cilodong, Cipayung, Sawangan Pasir Putih.

    "Beberapa sudah kita lakukan penyedotan, namun untuk Cilodong dan Pasir Putih karena apabila dipompa dipastikan air masuk lagi ke permukiman. Karena, wilayah tersebut dekat dengan kali yang terletak lebih tinggi dari rumah warga," Ucap Merdi Setiawan, Perwira Operasional Dinas Dinas Pemadam kebakaran Dan Penyelamatan Kota Depok.

    Warga yang awalnya sempat mengungsi dan dievakuasi petugas, kini sebagian besar telah pulang ke rumahnya masing-masing.

    "Kemarin itu ada 120 KK di Cilodong, 77 KK di Pondok Cina, dan sejumlah wilayah lain. Rata - rata mereka sudah pulang ke rumah melihat air banjir semakin surut," tandasnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id