Ahli Geologi Sebut Semburan Gas di Lamongan Hal Wajar

    Amaluddin - 02 Desember 2019 19:33 WIB
    Ahli Geologi Sebut Semburan Gas di Lamongan Hal Wajar
    Semburan gas di Lamongan, Jawa Timur, menyala saat disulut api. Foto: IST
    Surabaya: Ahli Geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Amin Widodo, menyebut munculnya semburan gas di sumur warga di Kabupaten Lamongan hal wajar. Hal itu disebabkan karena Jawa Timur bagian utara terdapat cekungan gas bekas zaman Belanda.

    "Memang di bagian Utara Jawa Timur dikenal adanya cekungan minyak dan gas (migas). Ada banyak lapisan batuan di bawah Jatim bagian utara yang menyimpan minyak, gas, air, fosil dan lumpur, jadi wajar," kata Amin, dikonfirmasi, Senin, 2 Desember 2019.

    Amin mengatakan, munculnya gas di sumur air bercampus gas di Dusun Dokiyo, Desa Pasi, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, sama seperti yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu. Bagian Utara Jatim itu, kata Amin, merupakan lapangan minyak bekas Belanda sejak tahun 1.800-an.

    "Jadi statusnya sudah abandon, memang kemungkinan bisa keluar lagi. Karena minyak di bawah sana itu berproduksi, dan karena dia ada tambahan-tambahan sehingga nanti dia ada tekanan untuk keluar lagi. Seperti yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu," ujarnya.

    Menurut Amin, semburan minyak di Lamongan akan berhenti sendiri, sebab itu hanya sisa zaman kolonial Belanda. "Jadi pengalaman seperti yang terjadi di daerah di Jatim, bisanya gak sampai sebulan gasnya akan hilang. Misalnya di Surabaya, Gresik, umumnya enggak sampai sebulan sudah hilang, enggak muncul lagi," katanya.

    Ahli geologi lainnya, Handoko Teguh Wibowo, juga menyampaikan bahwa semburan air bercampur gas di Lamongan tidak berbahaya. Berbeda dengan semburan gas bercampur lumpur di Sidoarjo. Sebab, semburan lumpur bercampur minyak dan gas di Lamongan lebih kecil dan dangkal.

    "Kasusnya hampir sama seperti yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu. Baik mulai dari suhu hingga kedalaman semburan juga dangkal, dan itu aman tidak membahayakan," kata Handoko.

    Warga Dusun Dokiyo, Desa Pasi, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, beberapa waktu lalu dihebohkan dengan munculnya gas dari pengeboran air tanah sumur milik warga. Sebelum muncul gas berbau amonia, sumur bor ini sempat mengeluarkan semburan lumpur bercampur air dan gas mencapai 4 meter.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id