92 Korban Kerusuhan Wamena Tiba di Jatim

    Daviq Umar Al Faruq - 09 Oktober 2019 18:10 WIB
    92 Korban Kerusuhan Wamena Tiba di Jatim
    Warga yang gagal berangkat untuk mengungsi dengan menumpang pesawat Hercules TNI AU di Bandar Udara Wamena, Papua, Rabu (9/10/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
    Malang: Puluhan pengungsi dari Wamena, Jayawijaya, Papua, dipulangkan ke Jawa Timur, Rabu 9 Oktober 2019. Pemulangan pengungsi kali ini merupakan kloter ketiga yang telah dilakukan di Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang.

    Koordinator Tagana Kota Malang, Joko Anung mengatakan ada 92 pengungsi yang dipulangkan pada kloter ketiga kali ini. Puluhan pengungsi ini terdiri dari orang dewasa, orang tua dan anak-anak.

    "Setelah jumlah pengungsi direkap nanti kami berikan ke Pemprov Jatim terkait untuk pemulangan ke halaman masing-masing," kata Joko kepada Medcom.id.

    Setelah dipulangkan ke daerah masing-masing, para pengungsi ini akan diserahkan ke dinas sosial kabupaten/kota. Kemudian pengungsi mendapatkan santunan dan lain-lain dari masing-masing dinas sosial.

    "Nanti langsung bupati dan walikota yang ngecek pengungsi dengan berkoordinasi dengan dinsos masing-masing. Bagaimana kondisinya masing-masing, karena yang pulang dapat uang saku, makanan dan lain-lain," jelas Joko.

    Hingga pemulangan pengungsi kloter ketiga, total terdapat sekitar 350 pengungsi yang telah didatangkan ke Malang. Mayoritas pengungsi berasal dari Jawa Timur, mulai dari Banyuwangi, Ponorogo, Nganjuk, Ngawi, Madura dan lain-lain.

    Ada Pengungsi Sakit

    Joko menyebutkan dari 92 pengungsi yang datang ke Malang hari ini, ditemukan sejumlah pengungsi yang dalam keadaan sakit. 

    "Kondisi pengungsi ada yang baik dan ada yang buruk juga. Mungkin agak lelah, stress macam-macam faktornya. Karena kasus ini beda dengan bencana alam Palu sebelumnya," katanya.

    Sementara koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas II Probolinggo dari wilayah kerja Malang, Diana M Zakaria mengaku tim nya menggunakan sebuah alat Temporal Scanner untuk mendeteksi pengungsi yang tidak sehat.

    "Jadi yang suhu di atas 38 derajat itu langsung terdeteksi sama alat ini. Kalau ketemu suhu panas langsung kita tangani. Tadi ada dua orang," kata Diana.

    Diana mengaku dua orang pengungsi yang sakit terdiri dari satu orang anak dan satu orang wanita. Pengungsi anak yang sakit diprediksi sudah sakit sebelum berangkat ke Malang.

    "Tapi sudah dikasi paracetamol, jadi suhunya sudah 36,5 derajat. Ada juga yang sakit tipes tapi sudah dirawat dari sananya, sudah beberapa hari. Kalau lain-lainnya semuanya masih normal saja," pungkas Diana.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id