Kemenhub dan IPB Kembangkan 635 Pelabuhan Berbasis Digital

    Medcom - 26 September 2019 16:23 WIB
    Kemenhub dan IPB Kembangkan 635 Pelabuhan Berbasis Digital
    Dies Natalis IPB ke-56, bertajuk ‘International Conference on Port, Shipping and Maritime Logistics: Millenial Challenges and Opportunity in Indonesia’ di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis, 26 September 2019.
    Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor berkomitmen mengoptimalkan pelabuhan-pelabuhan di sejumlah daerah. Caranya yaitu, dengan menerapkan sistem berbasis teknologi digital di 635 pelabuhan sebagaimana tuntutan revolusi industri 4.0.

    Dirjen Perhubungan Laut, R Agus Purnomo mengatakan pelabuhan-pelabuhan itu nantinya akan dibekali teknologi digital. Hal itu agar dapat bersaing secara global dengan cara memberikan pelayanan yang lebih cepat, murah, dan transparan.

    "Yang akan dilakukan ke depannya dengan mengoptimalisasi pelabuhan-pelabuhan tersebut," kata Agus saat Dies Natalis IPB ke-56, bertajuk ‘International Conference on Port, Shipping and Maritime Logistics: Millenial Challenges and Opportunity in Indonesia’ di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis, 26 September 2019.

    Kemenhub juga membuka peluang bagi pihak swasta yang ingin mengembangkan potensi pelabuhan. Bahkan, jika pihak tersebut ingin membangunnya dari nol, selama memiliki kemampuan dari segi konsep dan permodalan, pemerintah pasti menyambut baik peluang tersebut.

    Sementara itu, Rektor IPB, Arif Satria mengatakan pelabuhan sebagai bagian dari rantai pasok logistik kemaritiman memiliki peran penting. Menurutnya, sangat disayangkan jika potensi Indonesia yang besar ini tidak dapat dimanfaatkan.

    "Indeks logistik Indonesia berada di urutan ke-46, di bawah Vietnam. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk memperbaiki infrastruktur pelabuhan dan mendorong pemanfaatannya, supaya banyak kapal-kapal juga memakai jasa tersebut," kata Arif.

    Melalui konferensi ini, kata dia, diharapkan ada gambaran mengenai kondisi terkini pelabuhan, pelayaran dan logistik kemaritiman supaya pemerintah bersama pihak akademisi dan swasta dapat mengambil langkah-langkah strategis ke depan.

    "Bagaimana mengembangkan peran Indonesia dalam kancah regional dan global bisnis logistik kemaritiman merupakan salah satu fokus capaian konferensi ini," ujar dia.

    Rangkaian dari Dies Natalis IPB ke-56 ini dibuka oleh Wakil Presiden terpilih, KH Ma'ruf Amin. Dalam sambutannya Ma’ruf mengatakan untuk mengoptimalkan potensi maritim Indonesia, gagasan dan ide-ide besar harus direalisasikan. 

    Menurut dia, negara Indonesia memiliki kekuatan menjadi poros maritim dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah memang harus menjalin kerja sama dengan pihak perguruan tinggi dan swasta, sehingga muncul ide baru dan upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim terbesar.

    "Lewat konfrensi inilah akan ada akselerasi untuk mempercepat proses tersebut," ujarnya.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id