Produsen GeNose C19 Proses Standardisasi Produk

    Ahmad Mustaqim - 30 April 2021 13:13 WIB
    Produsen GeNose C19 Proses Standardisasi Produk
    Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S Ahmad (kiri) dan Direktur PT Swayasa Prakarsa, perusahaan investor GeNose, Iswanto (kanan). Medcom.id/ahmad mustaqim



    Yogyakarta: Alat skrining covid-19 besutan UGM Yogyakarta, GeNose C19 dalam proses pengajuan standardisasi nasional atau SNI. Meski dalam proses pengajuan, produksi dan penggunaan alat yang sudah beredar tetap bisa dilakukan. 

    "Standardisasi itu tujuannya ada dua; perlindingan pada kesehatan dan keselamatan serta meningkatkan daya saing produk secara nasional dan global," kata Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S Ahmad dalam konferensi pers di University Club UGM, Jumat, 30 April 2021. 






    Ia menjelaskan, proses pengajuan standardisasi ini telah dimulai dengan focus group duscussion (FGD). Dalam FGD tersebut dibahas berbagai hal. 

    "Yang distandardisasi ada komponen sensor, komponen plastik (untuk menampung sampel napas), dan ada komponen lain," ujarnya. 

    Selama ini, pemakaian GeNose sudah dinyatakan aman karena telah megantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Menurut dia, pengguna alat tersebut tak perlu khawatir dengan alat yang belum ada status SNI. 

    "GeNose ini sudah dapat approval dari Kemenkes. Kami yakin persyaratan standardisasi bisa dipenuhi tim investor," kata dia. 

    Pihaknya tak bisa memastikan kapan GeNose akan kantongi SNI. Ia berharap standardisasi itu segera diperoleh. 

    "Makin cepat makin baik. Kami juga berkejaran dengan waktu. Saya rasa tidak alam lama kami wujudkan," tuturnya. 

    Direktur PT Swayasa Prakarsa, perusahaan investor GeNose, Iswanto, mengatakan, pihaknya akan memenuhi pemenuhan standardisasi itu. Persyaratan itu telah sesuai dengan syarat yang ditetapkan. 

    "Esensi pemeriksaan GeNose ini kan uji diagnostrik dan skrining, meliputi persiapan, sensing atau sifat hitung elektronik alat, dan detecting atau hasil cium sensor artificial inteligent (AI) ," ujarnya. 

    Ia menambahkan, ada tim independen yang akan melakukan validasi pemenuhan syarat standardisasi alat itu. Tim tersebut berasal dari Universitas Andalas (Padang) Universitas Indonesia (Jakarta), dan Universitas Airlangga (Surabaya). 

    "Kami juga wisma atlet (dalam hal pengumpulan) untuk data hasil tes (pasien covid-19). Kerja sama ini untuk memperkuat AI-nya. Jadi sensitivitasnya semakin baik," kata dia. 




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id