Plt Gubernur Aceh Cabut Edaran Stickering BBM

    Fajri Fatmawati - 16 Oktober 2020 17:57 WIB
    Plt Gubernur Aceh Cabut Edaran Stickering BBM
    Petugas PT Pertamina memasang stiker sindiran di beberapa mobil di Banda Aceh, Jumat, 28 Agustus 2020. Medcom.id/ Fajri Fatmawati
    Banda Aceh: Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah mencabut Surat Edaran Gubernur Nomor 540/9186 yang dikeluarkan pada 2 Juli 2020 tentang program stickering. kebijakan itu dicabut pada 15 Oktober 2020.

    "Selanjutnya agar pihak Pertamina mengambil langkah-langkah evaluasi dan melanjutkan distribusi BBM bersubsidi sebagaimana masa program stickering belum diberlakukan," kata Nova dalam keterangannya, Jumat 16 Oktober 2020.

    Sementara itu, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Aceh, Mahdinur, mengatakan pencabutan itu dilakukan atas usulan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang menyebutkan pelaksanaan edaran tersebut belum efektif.

    "Pada prinsipnya tujuan diterbitkannya program stickering adalah untuk adanya ketertiban dalam penyaluran BBM jenis premium dan solar bersubsidi. Karena pemerintah Aceh membatasi kuota dua jenis BBM tersebut," kata Mahdinur.

    Namun, selama dua bulan lebih program tersebut dijalankan, ada pihak yang tidak setuju dengan pelaksanaan kegiatan stickering.

    "Padahal, selama dua bulan pelaksanaannya, secara nyata bisa dilihat di seluruh SPBU di Aceh, antrean-antrean mobil telah terurai dan kemacetan di SPBU tidak lagi terjadi," ungkapnya.

    Baca: Karimunjawa Mulai Didatangi Wisatawan

    Mahdinur menuturkan, Karena itu dengan segala pertimbangan yang ada, maka Plt gubernur mengambil keputusan untuk mengevaluasi kembali surat edaran tersebut.

    Sebelumnya, Pemerintah Aceh bersama PT Pertamina (Persero) meresmikan program stickering bahan bakar minyak jenis premium dan solar bersubsidi di Aceh. Hanya mobil berstiker yang boleh mengisi BBM Bersubsidi.

    Asisten II Setda Aceh, T Ahmad Dadek, mengatakan program strickering BBM bersubsidi itu sangat penting diterapkan, sehingga jelas pemanfaatannya dan subsidi tersebut jatuh ke tangan orang yang berhak.

    "Kesadaran masyarakat Aceh masih sangat rendah untuk beralih menggunakan BBM sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan," kata Dadek.

    Hal tersebut membuat antrian panjang di SPBU serta menimbulkan potensi penggunaan bahan bakar Premium dan solar subsidi melebihi kuota yang telah ditetapkan BPH Migas.

    (ALB)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id