Pelarangan Mudik, Jumlah Penumpang Bus di Solo Turun

    Triawati Prihatsari - 04 Mei 2021 14:14 WIB
    Pelarangan Mudik, Jumlah Penumpang Bus di Solo Turun
    ilustrasi. Medcom.id



    Solo: Aturan pelarangan mudik yang diterapkan pemerintah pusat memberikan dampak pada turunnya penumpang bus di Kota Solo. Penurunan penumpang juga didukung oleh penurunan bus yang masuk Kota Solo lewat Terminal Tirtonadi Solo.

    "Tidak ada kenaikan jumlah penumpang maupun armada bus yang masuk. Yang terjadi malah penurunan. Hal itu terjadi karena pemudik langsung menuju daerahnya masing-masing dan tidak melewati Solo. Kalau sebelum ada pandemi, Solo menjadi tujuan utama penumpang turun," kata Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Joko Sutriyanto, di Solo, Selasa, 4 Mei 2021.






    Data jumlah total angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) yang masuk Terminal Tirtonadi pada Minggu, 2 Mei 2021 tercatat jumlah kedatangan kendaraan yang masuk sebanyak 592 bus. Jumlah tersebut mengakomodasi sebanyak 2.492 penumpang. 

    Kemudian jumlah tersebut mengalami penurunan pada Senin, 3 Mei 2021 dengan kedatangan kendaraan AKAP dan AKDP sebanyak 571 bus. Dimana jumlah itu mengakomodasi 1.917 penumpang. 

    "Masyarakat atau pemudik masih enggan turun di Terminal Tirtonadi Solo karena protokol kesehatan (prokes) kita diperketat. Seperti diketahui, kita menerapkan tes GeNose pada penumpang AKAP meskipun dilakukan secara acak," paparnya.

    Baca: 20 Pekerja Migran Pulang Kampung ke Malang Dikarantina

    Sementara itu, Ia menegaskan jika bus yang beroperasi selama aturan peniadaan mudik diterapkan adalah bus dengan stiker khusus. Stiker khusus tersebut dimaksudkan bahwa bus hanya akan mengakut orang-orang dengan kepentingan khusus dan tidak mengangkut pemudik. 

    "Yang diizinkan nanti yang berstiker khusus. Tidak dizinkan mengangkut pemudik. Hanya akan mengangkut penumpang dengan pengecualian, seperti kedinasan, sipil yang akan menjenguk orang sakit, akan melahirkan atau yang lainnya. Dan tentu dengan syarat yang telah ditentukan yaitu surat izin keluar masuk (SIKM)," bebernya. 

    Tanpa persyaratan dan stiker khusus tersebut, lanjutnya, armada bus tidak akan diberikan izin berangkat. 

    "Namun demikian teknisnya masih menunggu koordinasi. Pengawasan tetap dilakukan terutama di prokes. Kalau penumpang lolos di pos skrining, kita perketat di tes GeNose. Nanti GeNose kita perbanyak kapasitasnya mulai 6 Mei 2021," ungkapnya. 

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id