Klaster Ponpes Penyumbang Terbesar Penambahan Kasus Covid-19 di Sukabumi

    Antara - 10 November 2020 07:02 WIB
    Klaster Ponpes Penyumbang Terbesar Penambahan Kasus Covid-19 di Sukabumi
    Ilustrasi--Tes usap dilakukan santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Istimewa)
    Sukabumi: Klaster salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Cibadak, menjadi penyumbang terbesar kasus covid-19 di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

    "Kasus covid-19 bertambah 291 orang, dari jumlah tersebut 284 pasien berasal dari klaster salah satu ponpes di Kecamatan Cibadak," kata perwakilan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Eneng Yulia, Senin, 9 November 2020.

    Adapun data penambahan kasus covid-19 di Kabupaten Sukabumi, yakni enam kasus seluruhnya laki-laki akibat kontak erat dengan pasien positif sebelumnya yang berasal dari Kecamatan Surade, Cisolok, Palabuhanratu, Caringin, dan Kalapanunggal.

    Kemudian seorang perempuan berusia 55 tahun berasal dari Kecamatan Sukaraja, namun tidak ada riwayatnya. Selanjutnya sebanyak 284 laki-laki berusia rata-rata 14-18 tahun berasal dari Kecamatan Cibadak yang merupakan klaster ponpes.

    Menurutnya, kasus klaster ponpes menjadi perhatian khusus pihaknya karena hingga saat ini pemeriksaan usap (swab) masih terus dilakukan kepada guru, santri, dan warga ponpes lainnya.

    Baca juga: Puting Beliung Terjang Wilayah di 4 Kecamatan di Sumbawa

    Selain itu, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 tengah menelusuri penyebab terjadinya penularan massal virus korona di satu ponpes tersebut dan tidak menutup kemungkinan ada penambahan kasus baru, karena masih ada beberapa hasil pemeriksaan usap yang belum keluar.

    Santri yang terkonfirmasi positif covid-19 sudah melakukan isolasi secara mandiri dengan pengawasan dan pemantauan ketat dari instansi terkait dan untuk sementara aktivitasnya dibatasi.

    "Kami pun sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran covid-19 di lingkungan ponpes seperti penyemprotan cairan disinfektan dan pemeriksaan kesehatan terhadap para santri, pengurus, dan tenaga pendidik," ucapnya.

    Sementara itu, Pjs Bupati Sukabumi, R Ghani, secara tegas mengatakan seluruh ponpes wajib melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan melakukan berbagai upaya pencegahan seperti memperketat keluar masuk santri maupun tamu.

    "Seluruh aktivitas di dalam ponpes harus sesuai protokol kesehatan yakni menjaga jarak, selalu menggunakan masker, dan menjaga kesehatan dan kebersihan" jelasnya.


    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id