Jadi OKB, Rata-rata Warga Tuban Dapat Rp8 Miliar Bahkan Hingga Rp26 Miliar

    Clicks.id - 17 Februari 2021 12:52 WIB
    Jadi OKB, Rata-rata Warga Tuban Dapat Rp8 Miliar Bahkan Hingga Rp26 Miliar
    Viral, kedatangan belasan mobil di Dusun Pomahan, Desa Sumurgunung, Kecamatan Jenu, Tuban (Foto/ Clicks.id)



    Tuban: Jagat media sosial dihebohkan dengan viralnya video sebuah kampung di Tuban, Jawa Timur, tepatnya di Dusun Pomahan, Desa Sumurgunung, Kecamatan Jenu, yang warganya mendadak menjadi orang kaya baru (OKB).

    Dalam video, tampak kedatangan sejumlah mobil mewah yang diangkut menggunakan kendaraan towing dan dikawal pihak kepolisian. Belakangan diketahui, konsumen mobil pribadi itu adalah warga yang telah menerima uang kompensasi pembebasan lahan untuk Kilang Minyak GRR Tuban.




    Kepala Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban ini, Gihanto, membenarkan warganya ramai-ramai membeli mobil baru.

    "Kalau tidak salah mereka baru membeli lagi dari Gresik sebanyak 17 unit dari Gresik," katanya, Selasa, 16 Februari 2021.  

    Gianto memaparkan warga yang membeli mobil secara bersama-sama itu dari kelompok warga yang baru menerima pembayaran pembebasan lahan untuk proyek Pertamina proyek Grass Root Refinery (GRR) pada tahap ketiga. 

    Baca juga: Truk Muatan Lele Terbalik, Warga Panen Ikan Mendadak

    “Itu memang sama temen-temannya atau kelompoknya dapat pencairan terakhir yang lewat konsinyasi. Mereka kemudian rencana untuk beli mobil juga bersamaan,” sambung dia.

    Atas aksi itu, Desa Sumurgeneng dilabeli sebagai kampung miliarder baru di Tuban. Pasalnya dari pembebasan lahan untuk kilang minyak, rata-rata warga yang mendapatkan uang pembesan sebesar Rp8 miliar.

    “Warga asli sini yang paling banyak mendapatkan sebesar Rp26 miliar. Ini kita juga tidak menyangka karena memang dulunya warga sini petani tulen dan ternyata ada pembebasan untuk lahan setelah dinilai appraisal banyak milik warga Sumurgeneng,” papar dia. 

    Menurut Gianto, jumlah mobil yang diborong warganya sebanyak 176 unit. Satu rumah, kata dia, bisa membeli dua hingga tiga unit. 

    Ia menambahkan di Desa Sumurgeneng, sebanyak 280 warga yang terdampak proyek pembangunan kilang minya. Ratusan warga itu memang menyepakati lahan miliknya dijual untuk proyek nasional.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id