BMKG Temukan Jalur Evakuasi Warga Tertutup Sungai

    Daviq Umar Al Faruq - 08 Juni 2021 19:41 WIB
    BMKG Temukan Jalur Evakuasi Warga Tertutup Sungai
    BMKG menggelar Sekolah Lapang Gempabumi di Balai Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa 8 Juni 2021. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq



    Malang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta seluruh daerah yang memiliki kawasan berpotensi bencana untuk memperbaiki jalur evakuasi. Sebab berdasarkan laporan ditemukan beberapa jalur evakuasi dalam keadaan rusak.

    "Jalur evakuasi itu ada beberapa wilayah kebetulan tidak di sini, tidak di kabupaten Malang, tapi di daerah lain itu tertutup sungai. Ada beberapa sungai. Itu kan perlu jembatan," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat menghadiri Sekolah Lapang Gempabumi di Balai Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa, 8 Juni 2021.

     



    Baca: ASN Kabupaten Jepara Kembali WFH

    Rita, sapaan akrabnya, menjelaskan dari temuan tersebut disimpulkan bahwa sejumlah wilayah masih perlu melengkapi sarana prasarana evakuasi. Sehingga bila terjadi bencana, masyarakat sudah siap dan aman saat menjalankan evakuasi.

    "Kebetulan BPBD, kemudian forum siaga bencananya di kabupaten ini sudah bagus. Sudah bagus sekali tinggal kelengkapan sarana prasarana dan pelatihan yang rutin. Itu saja. Peta sudah disiapkan tinggal nanti jalurnya diputuskan bersama," jelasnya.

    Rita mengaku pihaknya tidak bisa memprediksi kapan suatu kawasan dilanda bencana. BMKG diakuinya hanya dapat membeberkan skenario terburuk untuk menjadi bahan persiapan bagi masyarakat.

    "Ada peta, zona yang akan terkena, yang berpotensi terdampak itu di mana. Untuk berjaga-jaga. Dan kira-kira genangannya itu sampai berapa meter. Dan waktunya sampai sana berapa menit. Itu ada semua," ungkapnya.

    Peta skenario bencana tersebut diakui Rita bukan ramalan dan prediksi. Namun merupakan skenario terburuk atau sarana untuk berjaga-jaga.

    "Terburuk artinya kalau terjadi paling buruk seperti itu. Kemungkinan terbesar lebih ringan dari itu. Kenapa kita bersiapnya yang terburuk? Kalau terburuk sudah siap terampil, yang ringan-ringan itu menjadi cekatan," ujarnya.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id