Volume Kubah Lava Gunung Merapi Capai 2,1 Juta Meter Kubik

    Antara - 11 Juni 2021 21:16 WIB
    Volume Kubah Lava Gunung Merapi Capai 2,1 Juta Meter Kubik
    Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan awan panas guguran pada Kamis (20/5). (ANTARA/HO/twitter BPPTKG)



    Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat volume kubah lava di kawah puncak Gunung Merapi telah mencapai 2,1 juta meter kubik.

    Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengungkapkan volume kubah lava itu diukur berdasarkan hasil analisis foto udara pada puncak Gunung Merapi yang diambil dengan drone pada 8 Juni 2021.

     



    Volume itu lebih besar jika dibandingkan dengan volume kubah lava di sisi barat daya gunung yang mencapai 1,3 juta meter kubik.

    Hanik menjelaskan bahwa sepanjang pengamatan 4-10 Juni 2021, Gunung Merapi 12 kali melontarkan awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.600 meter ke arah barat daya dan 1.000 meter ke arah tenggara.

    Gunung api aktif itu juga tercatat 52 kali meluncurkan guguran lava dengan estimasi jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya dan tiga kali ke arah tenggara dengan jarak luncur 600 meter.

    "Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi jika dibandingkan minggu lalu," simpul Hanik.

    Sedangkan deformasi atau perubahan bentuk tubuh Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 1,8 cm per hari. BPPTKG sampai sekarang mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

    Baca: Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 1,6 Km

    Warga diminta mewaspadai potensi dampak guguran lava dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan hingga barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

    "Kalau terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung," terang Hanik. 

    Seperti diketahui, Gunung Merapi memiliki dua kubah lava yang sama-sama tumbuh. Kubah lava pertama berada di sisi barat daya Merapi, tepatnya di atas lava sisa erupsi tahun 1997. Kubah lava kedua terpantau oleh BPPTKG pada 4 Februari 2021, berada di tengah kawah puncak Gunung Merapi.

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id