Pemprov Jatim Belum Putuskan Besaran Kenaikan UMP 2022

    Amaluddin - 18 November 2021 13:58 WIB
    Pemprov Jatim Belum Putuskan Besaran Kenaikan UMP 2022
    Ilustrasi upah dalam bentuk mata uang rupiah - - Foto: AFP/ Bay Ismoro



    Surabaya: Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo, menyatakan besaran upah minimun provinsi (UMP) 2022 di Jatim belum diputuskan. Ini lantaran Pemprov Jatim masih mempertimbangkan besaran kenaikan UMP antara Rp22.700 atau Rp100.000.

    "Ibu Gubernur ingin tetap meminta untuk konsultasi ulang dengan Kemenaker terkait argumentasi yang disampaikan oleh pekerja. Karena UMP kita dengan kenaikan Rp22.700 itu masih belum membuat UMK up (naik) dari itu," kata Himawan, dikonfirmasi Kamis, 18 November 2021.

     



    Oleh karena itu, lanjut Himawan, Khofifah meminta dirinya untuk melakukan konsultasi ulang terkait besaran UMP 2022. Konsultasi dimaksudkan untuk menelaah kemungkinan kenaikan UMP hingga Rp100.000, bahkan sampai Rp300.000 seperti keinginan serikat pekerja.

    "Jadi, kami akan mengkonsultasikan dulu, apakah bisa diperkenankan kalau ditingkatkan sampai Rp100.000," ujarnya.

    Himawan mengatakan, batas akhir penetapan UMP Jatim 2022 adalah 19 November 2021. Artinya, kata dia, masih ada waktu untuk melakukan konsultasi dengan Kemenaker terkait besaran UMP 2022 tersebut.

    Baca: Serikat Pekerja Klaim UMK 2022 Tangsel Pasti Naik

    Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jatim, Ahmad Fauzi, mengatakan para pekerja sudah menyampaikan aspirasi kepada Gubernur Jatim sebagai pertimbangan menentukan besaran UMP dan UMK 2022.

    Aspirasi yang disampaikan tetap mengacu pada PP No.78 Tahun 2015 tentang pengupahan yakni penghitungan upah berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

    “Maka dari itu, kami bulat tekad meminta kenaikan UMP, sebab UMP di Jatim itu masih terendah di seluruh Indonesia. Walaupun UMP itu hanya syarat dan umurnya hanya 10 hari karena setelah itu diberlakukan UMK,” ujarnya.

    Menurutnya, dengan nama besar Provinsi Jatim, sangat tidak pantas jika UMP Jatim berada di bawah angka Rp2 juta. Hal itu pula lah yang mambuat buruh mengusulkan kenaikkan UMP 2022 hingga Rp 300.000.

    “Jadi kami menyuarakan untuk menetapkan kenaikan upah sebesar Rp300.000,” katanya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id