Bejat! Kakek 64 Tahun Cabuli Cucunya Hingga Melahirkan

    Media Indonesia - 30 November 2021 12:02 WIB
    Bejat! Kakek 64 Tahun Cabuli Cucunya Hingga Melahirkan
    Ilustrasi Medcom.id



    Bandung: Seorang pria lanjut usia di Lembang, Kabupaten Bandung Barat dijebloskan ke penjara karena mencabuli anak di bawah umur. Aksi bejat pelaku dilakukan akhir tahun lalu.

    Perilaku bejat, AB, 64, dilakukan saat korban sering mengantarkan bekal makanan ke tempatnya bekerja setiap sore. Dari pengakuan orang tua korban, pelaku juga merupakan kakek korban. Kondisi villa yang sepi membuat pelaku leluasa melakukan aksinya hingga korban hamil.

     



    Terkuaknya kasus pencabulan yang menimpa NU, 14, berawal dari kecurigaan pihak keluarga yang melihat kondisi perutnya yang makin membesar. Setelah diperiksa ke bidan, korban sedang mengandung 7 bulan.

    "Baru ketahuan sekitar bulan Maret, diantar bibinya ke bidan. Ternyata kaget anak saya sudah hamil 7 bulan," kata H, ibu kandung korban, Selasa, 30 November 2021.

    Awalnya, NU tidak mau menyebut pelaku orang yang menghamilinya. Setelah didesak, dia lantas mengaku sudah dicabuli oleh kakeknya sendiri.

    "Awalnya enggak ngaku, nangis dan takut. Bibinya terus membujuk, setelah tenang, dia akhirnya mau menjawab kalau perbuatan itu dilakukan oleh kakeknya sendiri. Saya tidak pernah menyangka," ujarnya.

    Baca: Buronan Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin, Bekasi Ditangkap

    Merasa tak terima anaknya dicabuli, perasaan H hancur, terlebih perbuatan itu dilakukan oleh kakeknya sendiri. Setelah dirundingkan bersama Ketua RT dan RW, H kemudian berani melaporkan kasus itu ke polisi.

    "Tetangga semua berkumpul, kata mereka mau dibereskan kekeluargaan terserah pihak keluarga, mau dinikahkan tapi bingung karena masih hubungan sedarah. Tidak ada jalan keluar, saya segera laporan ke polisi," ungkapnya.

    Polisi segera menangkap AB di tempatnya bekerja. Warga yang sudah terlanjur emosi hampir saja menghajar pelaku. Kini AB sudah divonis dan dijebloskan dalam penjara selama 11 tahun.

    "Ketika di ruang sidang, saya ditanya hakim dan jaksa, apa ibu mau mengampuni? Saya bilang tidak, tidak ada toleransi, diampuni. Anak saya masih kecil, masa depannya telah hancur," bebernya.

    Usai bayinya lahir, pihak keluarga menitipkan kepada sanak saudaranya di Lembang. Kondisi psikologis NU yang putus sekolah sejak kelas 4 SD itu pun sudah mulai stabil.

    "Harapan sekarang, mudah-mudahan NU bisa melanjutkan sekolah, sekarang mestinya ia duduk di bangku SMP. Karena enggak ada biaya, terpaksa dia hanya sampai kelas 4 SD," tuturnya.

    Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bandung Barat, Prihatin Mulyati mengaku sudah mengetahui kabar pelecehan terhadap anak dibawah umur oleh seorang kakek di Lembang.

    "Kami sudah bertemu dengan orangtuanya sekaligus korban, mendengarkan kejadian yang dialaminya. Sebelumnya kami mendapat laporan itu dari pihak kepolisian," ungkap Mulyati.

    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id