Wisatawan Tiongkok Diprediksi Ramaikan Cap Go Meh di Palembang

    Gonti Hadi Wibowo - 01 Februari 2020 17:11 WIB
    Wisatawan Tiongkok Diprediksi Ramaikan Cap Go Meh di Palembang
    Ilustrasi Pulau Kemaro di Kota Palembang. Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo
    Palembang: Dinas Pariwisata memprediksi ribuan wisatawan asal Tiongkok akan datang ke Kota Palembang untuk hadir dalam perayaan Cap Go Meh. Pihaknya memastikan seluruh wisatawan itu nantinya tidak ada yang terkena virus korona.

    "Untuk jumlah rincian pastinya wisatawan Tiongkok yang datang belum dipastikan. Tetapi kami prediksi hampir sama seperti tahun lalu yakni ribuan wisatawan yang  datang ke Pulau Kemaro," kata Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani, Sabtu, 1 Februari 2020.

    Isnaini memastikan seluruh wisatawan yang datang dari Tiongkok tersebut tidak terjangkit virus korona. Pasalnya di pintu kedatangan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dan di pelabuhan telah dipasang alat deteksi Thermal Scanner untuk melihat suhu tubuh dari penumpang apakah terdeteksi virus korona atau tidak.

    "Sejauh ini belum ditemukan wisatawan yang datang ke Palembang itu ditemukan positif terpapar virus korona sehingga wisatawan yang datang kesini masih aman," ungkap Isnaini.

    Pihaknya belum bisa memastikan apakah wisatawan yang datang ke Kota Palembang ini menurun akibat virus korona. Menurutnya, perhitungan jumlah wisatawan itu dihitung pertahun dan bukannya perbulan. 

    Selain di Pulau Kemaro, lanjut Isnaini, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang juga telah menyiapkan dua tempat altenatif perayaan Cap Go Meh di Kampung Kapitan dan juga menggelar Sriwijaya Lantern Festival.

    "Belum kita pastikan apakah wisatawan itu menurun atau tidak dengan adanya virus korona ini. Mudah-mudahan tidak menurun," pungkas Isnaini.

    Sementara Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pihaknya tidak melarang Warga Negara Asing (WNA) khususnya Tiongkok untuk datang ke Sumsel saat perayaan Cap Go Meh mendatang. Menurutnya pemerintah daerah belum mendapatkan intruksi dari pemerintah pusat mengenai larangan WNA untuk berkunjung ke suatu wilayah.

    "Kami tidak bisa melarang WNA untuk datang kesini karena pemerintah belum mengeluarkan aturan mengenai itu. Sehingga pemerintah daerah saat ini fokus memperketat penjagaan di setiap pintu masuk kedatangan saja," kata Herman.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id