Faktor Kelalaian Dominasi Kejadian Karhutla di Babel

    Media Indonesia.com - 13 Agustus 2020 12:24 WIB
    Faktor Kelalaian Dominasi Kejadian Karhutla di Babel
    Ilustrasi--Petugas sedang memadamkan api di dekat Tol Palembang - Indralaya (Palindra) Kabupaten Ogan Ilir, Selasa, 11 Agustus 2020. (Foto: Humas BPBD Sumsel)
    Pangkalpinang: Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa menyebutkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayahnya didominasi karena faktor kelalaian.

    "Kebanyakan karhutla karena faktor kelalaian sehingga menyebabkan banyaknya lahan yang terbakar saat musim kemarau," kata Mikron, Kamis, 13 Agustus 2020.

    Faktor kelalaian itu, kata dia, seperti buang puntung rokok sembarangan, membakar sampah lalu dibiarkan, dan ada juga faktor terik matahari.

    "Memang buang puntung rokok ini tidak di sengaja tapi lalai, terlebih saat di buang di daerah yang banyak ilalang kering, begitu pula dengan bakar sampah, seharusnya waktu membakar sampah tetap ditunggu hingga api benar-benar padam," ujarnya.

    Menurut Mikron, wilayah yang paling sering terjadi karhutla akibat kelalaian manusia hampir semuanya di daerah pesisir pantai yang ditumbuhi banyak ilalang kering.

    Baca juga: 40 Ton Garam Disemai untuk Hujan Buatan di Sumsel

    "Lintas timur untuk di Bangka, ada juga di pesisir pantai Belitung dan Bangka tengah, merupakan daerah paling rawan karhutla," ungkap dia.

    Dengan sudah terbentuknya enam BPBD di Bangka Belitung, Mikron berharap karhutla yang setiap tahun selalu terjadi di titik-titik yang sama dapat diantisipasi dengan cegah dan rehabilitasi hutan dan lahan.

    "Cegah dengan publikasi sosialisasi bahaya karhutla, untuk pencegahan sendiri kita sudah membentuk satgas," imbuhnya.

    Ia menambahkan untuk armada damkar semua sudah siap, hanya saja pihaknya masih menunggu bantuan alat pemadaman portabel untuk menjangkau wilayah yang tidak bisa dijangkau damkar.

    "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita dapat bantuan alat pemadam portabel dari BNPB," jelas dia.

    Terkait penegakan hukum, Mikron menambahkan semua sudah berjalan maksimal. Polri sudah pasti akan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang berani melakukan pebakaran hutan dan lahan.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id