DBD Serang Lima Warga Kota Malang

    Daviq Umar Al Faruq - 17 Februari 2020 19:05 WIB
    DBD Serang Lima Warga Kota Malang
    Kemenkes mengatakan kasus terbanyak DBD terjadi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Malang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat selama Januari 2020 ada lima kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Malang, Jawa Timur. Lima pasien DBD ini sempat dirawat di rumah sakit.

    "Mereka dirawat di rumah sakit, tetapi sudah selesai semuanya perawatannya. Jadi ada laporan dari rumah sakit kemudian kami tindaklanjuti untuk pengamatan," kata Kepala Bidang Pengendalian Dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, saat dikonfirmasi Medcom.id, Senin 17 Februari 2020.

    Husnul menjelaskan gejala demam berdarah akan dimulai dengan demam. Oleh karena itu dia mengimbau masyarakat dapat mengenali gejala DBD dan segera memeriksakan kondisinya ke layanan kesehatan.

    "Gejala biasanya panas. Kalau panas sampai tiga hari enggak ada perubahan, maka waspada untuk bisa memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat, bisa puskesmas rumah sakit ataupun dokter praktek swasta," terangnya.

    Sejauh ini, Dinkes Kota Malang telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah peningkatan kasus DBD, terutama saat musim penghujan. Salah satunya dengan menggalakkan program Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS) yang dicanangkan Pemkot Malang akhir tahun lalu.

    Disisi lain, Husnul mengimbau agar warga Kota Malang tetap mewaspadai penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti tersebut. Yakni dengan menjaga kebersihan di lingkungan rumah masing-masing.

    "Karena DBD ini disebabkan oleh gigitan nyamuk maka usahakan supaya tempat perindukan nyamuk itu tidak ada, di tempat-tempat genangan air itu sebaiknya tidak ada. Kemudian sampah-sampahbdari kaleng atau plastik yang diperkirakan bisa untuk menampung air hujan itu harus ditiadakan," jelasnya.

    "Sehingga kalau tempat-tempat perindukan nyamuk itu tidak ada InsyaAllah nyamuk itu tidak akan bertelur. Sehingga tidak akan menjadi larva dan tidak menjadi nyamuk dewasa," pungkasnya.

    Berdasarkan catatan Medcom.id, jumlah kasus DBD di Kota Malang pada 2019 lalu berkisar antara 200-300 kasus. Sebanyak dua orang diantaranya meninggal dunia.

    Dari lima kecamatan di Kota Malang, ada dua kecamatan yang memiliki tingkat kasus DBD paling tinggi. Yakni Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Klojen. Dari segi usia, kasus DBD ini menyerang semua umur,.





    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id