Warga Kulon Progo Diminta Proaktif Cegah Transmisi Lokal Covid-19

    Ahmad Mustaqim - 14 Mei 2020 16:39 WIB
    Warga Kulon Progo Diminta Proaktif Cegah Transmisi Lokal Covid-19
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
    Kulon Progo: Pemerintah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyatakan belum ada transmisi lokal penularan virus korona. Kendati demikian, Bupati Kulon Progo, Sutedjo, meminta warga tetap proaktif mencegah hal itu terjadi.

    "Kami meminta masyarakat proaktif selama penanganan korona, sehingga saat ada pendatang atau pemudik (harus) isolasi mandiri. Orang datang pasti ada keluarga yang dituju," kata Sutedjo, di Yogyakarta, Kamis, 14 Mei 2020. 

    Menurut Sutedjo, warga yang datang dari luar kota wajib isolasi di rumah. Jika tak memiliki tempat, isolasi bisa dilakukan di lokasi yang disediakan pihak RT, RW, dusun, atau kelurahan.

    "Kalau fasilitas cukup untuk menampung orang yang datang, kita fasilitasi di situ," ungkapnya.

    Selain diimbau isolasi mandiri di rumah, Sutedjo mengatakan pemkab juga menyediakan Rusunawa Giripeni sebagai tempat isolasi. Sementara, tempat isolasi juga disediakan di tiap kecamatan dengan 5.578 orang yang melakukan isolasi. 

    Baca juga: Puncak Mudik Solo Diperkirakan Pekan Depan

    "Gugus tugas bukan lepas tangan, tapi untuk melibatkan masyarakat banyak. Yang mudik pasti keluarga, balik ke orang tua atau keluarganya," klaim Sutedjo. 

    Soal logistik, Sutedjo mengatakan hal itu menjadi tanggungan keluarga. Namun, kata dia, pemerintah tingkat desa hingga kabupaten akan membantu jika dibutuhkan.  

    "(Kebutuhan) logistik kita dorong yang memikirkan keluarga yang dituju. Ini untuk membangun kebersamaan supaya semua bisa terlibat menangani covid-19," jelasnya.

    Hingga kini, ada delapan kasus covid-19 di Kulon Proro. Sejumlah kasus masuk dalam klaster jemaah tablig Gowa, Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB), dan Indogrosir. Selain itu, ada kasus yang dialami anak buah kapal (ABK) dan sejumlah santri yang pulang dari pondok pesantren di Temboro, Magetan, Jawa Timur. 

    "Delapan kasus yang ada di Kulon Progo semuanya kasus impor, termasuk dari klaster Indogrosir Sleman. Kami sedang merespons dengan melakukan tes dan pelacakan, serta rapid tes di tempat keramaian," ungkapnya. 


    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id