Pembagian Bantuan Tunai di Bojonegoro Abaikan Jaga Jarak

    MetroTV - 15 Mei 2020 12:26 WIB
    Pembagian Bantuan Tunai di Bojonegoro Abaikan Jaga Jarak
    Suasana pembagian bantuan sosial tunai (BST) di Kantor Pos Kecamatan Kota Bojonegoro, Kamis 7 Mei 2020.(foto/metrotv)
    Bojonegoro: Proses pembagian bantuan sosial tunai (BST) di Bojonegoro, Jawa Timur, tidak menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Sejumlah warga terlihat mengantre pembagian bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah.

    Seperti yang terjadi di Kantor Pos Kecamatan, Kota Bojonegoro. Pembagian BST mengabaikan keselamatan protokol pencegahan virus korona. Dari pantauan di lapangan, ratusan warga tampak antre mengular di halaman. Mereka berhimpitan tanpa menjaga jarak menunggu giliran dipanggil namanya oleh petugas untuk mendapatkan bantuan.

    Protap physical distancing yang diabaikan ini jelas membuat rentan terjadinya penyebaran virus korona. Padahal, semua daerah sedang mentaati anjuran pemerintah pusat untuk memutus penyebaran wabah virus korona.

    Kejadian ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya juga sempat terjadi di Pendopo Kecamatan Kedungadem. Warga penerima program bantuan pangan non tunai (BPNT) juga mengabaikan  physical distancing saat mengantre pembagian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

    Cara pembagian bantuan yang amburadul ini menuai reaksi dari Ketua Fraksi Gabungan DPRD Kabupaten Bojonegoro Hidayatus Sirot. Menurut Hidayatus mekanisme pembagian yang berkerumun justru membahayakan rakyat.

    "Ini bukan kesalahan warga. Tapi kesalahan pemerintah kecamatan setempat. Harusnya Pemkab lebih gencar lagi menggelar sosialisasi sehingga tidak terjadi kerumunan warga saat hendak menerima bantuan sosial tunai. Atau memakai cara lain, " ujarnya. 

    Hidayatus berang melihat daerah lain banyak cara inovatif yang dilakukan pimpinan daerah dalam melakukan pembagian bantuan tanpa melanggar Protap penanganan covid-19.

    Di Kota Kediri misalnya, pembagian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) memakai jasa tukang becak. Warga penerima bantuan tidak perlu keluar rumah. Sebab, KKS dan sembako diantar para tukang becak.

    Selain warga tidak perlu berdesakan mengantre yang menimbulkan risiko penularan covid-19, tukang becak juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan lantaran dibayar  sebesar Rp10 ribu per paket kiriman bantuan. 





    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id