Jalur Lingkar Barat Purwakarta Terputus

    Media Indonesia.com - 23 Februari 2021 09:43 WIB
    Jalur Lingkar Barat Purwakarta Terputus
    MI/Reza Sunarya Jalan lingkar barat di Sukasari, Purwakarta terputus.



    Purwakarta: Jalur Lingkar Barat di Kecamatan Sukasari, Purwakarta, Jawa Barat, terputus total akibat pergerakan tanah saat hujan deras satu pekan terakhir. Jalur itu menghubungkan dua kecamatan yaitu Kecamatan Sukasari dan Kecamatan Manis.

    "Saya sudah cek ke lokasi. Yang paling parah itu ada di Desa Ciririp. Di titik ini terdapat jalan kabupaten yang mengalami amblas dan terbelah. Sehingga, pada saat ini jalur tersebut tidak bisa dilewati oleh kendaraan ruda dua dan empat," Kata Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika, melansir Mediaindonesia.com, Selasa, 23 Februari 2021.






    Anne menerangkan, jalur tersebut merupakan akses darat alternatif satu-satunya bagi warga Sukasari. Saat ini, pihaknya sedang mencari solusi agar warga tak lagi terisolasi.

    Baca: Tanah Bergerak di Brebes, Rumah dan Bendung Jebol

    Jajarannya sedang mengupayakan supaya jalur alternatif bisa dilintasi kendaraan roda empat. Dia berharap dalam beberapa hari ke depan bisa dilakukan proses pemadatan.

    Adapun upaya perbaikan untuk jalur yang terputus, saat ini pihaknya masih nunggu assessment dari lembaga jembatan dan jalan di Pemprov Jabar.

    "Jadi, setelah ada hasil penelitian tim ahli, kita akan segera memperbaikinya. Sebaliknya, kalau menurut assessment mereka tidak bisa diperbaiki maka kita akan memilih jalan alternatif," ungkapnya.

    Baca: Petugas Kesulitan Perbaiki Jalan Ambles Menuju Objek Wisata Guci Tegal

    Terkait pasokan logistik bagi masyarakat yang terisolasi, kata Anne, masih bisa melewati jalur alternatif parung Banteng Sukamukti. Jalur masuk melalui Kecamatan Maniis. Sedangkan, untuk bantuan logistik bagi warga Ciririp dan Kertamanah, pihaknya akan mengirim melaluijalur Loji, Kabupaten Karawang.

    Sementara, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono, mengatakan kondisi tanah di sejumlah titik di Jalur Lingkar Barat memang memiliki karakteristik labil. Sehingga rentan pergerakan tanah saat diguyur hujan.

    "Berbagai upaya penanggulangan telah dilakukan," kata Wahyu.

    Salah satunya, mengungsikan warga ke tempat yang lebih aman dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari jalur alternatif baru untuk warga.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id