Kelancaran Akses Komunikasi Bantu Tenaga Kesehatan Berantas Stunting

    Gervin Nathaniel Purba - 13 November 2020 00:04 WIB
    Kelancaran Akses Komunikasi Bantu Tenaga Kesehatan Berantas Stunting
    Di Desa Sonimanu, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat 199 anak menderita stunting (Foto:MI/Arya Manggala)
    Rote Ndao: Jumlah anak penderita stunting di Indonesia masih tinggi. Khusus di Desa Sonimanu, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat 199 anak menderita stunting.

    Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Anak yang mengidap stunting berperawakan lebih pendek daripada anak normal seusianya, dan mengalami keterlambatan berpikir.

    Penyebab stunting di Sonimanu bukan hanya persoalan kekurangan gizi. Stunting dimulai sejak bayi masih di dalam kandungan, yaitu disebabkan minimnya penanganan kesehatan terhadap ibu dan bayi, bayi tidak diberi air susu ibu (ASI) eksklusif, ibu tidak rutin minum tablet penambah darah saat hamil, kekurangan air bersih, dan minim jamban bersih.

    "Kalau dari awalnya seperti itu, generasi yang dilahirkan akan mengalami stunting," ujar ahli gizi dari Puskesmas Sonimanu Anastasia Bernadeta Dego, pada program BAKTI untuk Negeri di Metro TV, Kamis, 12 November 2020.

    Selain itu, pola asuh yang salah juga menjadi penyebab. Balita yang tidak memiliki orang tua, biasanya akan dirawat oleh nenek. Masalahnya, sang nenek tidak mengerti cara mengatur pola makan anak yang baik.

    "Anak usia 0 hingga 5 bulan dikasih air gula. Padahal, butuh ASI. Ketika usia 6 hingga 24 bulan seharusnya sudah tahu pola makannya bagaimana. Namun, si nenek tidak tahu. Jadinya dikasih air gula. Makanan juga cuma dikasih garam," ujar Anastasia.

    Sebenarnya, upaya untuk menyadarkan orang tua agar menerapkan pola makan yang baik sudah dilakukan melalui penyuluhan. Anastasia melakukan penyuluhan dengan mendatangi langsung ke berbagai rumah.

    Kelancaran Akses Komunikasi Bantu Tenaga Kesehatan Berantas Stunting
    (Foto:MI/Arya Manggala)

    Banyak hal yang disampaikan. Orang tua diingatkan untuk membiasakan anak makan sayur. Selain itu, wajib juga diberi makan telur, dan abon ikan. Sayangnya, para orang tua kerap tidak melaksanakan imbauan tersebut.

    "Kita selalu kasih nasihat, memberikan penyuluhan. Tapi tidak dilakukan," kata ibu tiga anak itu.

    Sebagai ahli gizi, Anastasia bertugas untuk menyediakan stok suplemen gizi dan logistik lainnya di Puskesmas Sonimanu. Untuk menambah stok tersebut, Anastasi harus mengambil ke Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao.

    Biasanya, Anastasia berkoordinasi dengan Staf Pelaksana Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao Indra W Adoe. Kemudian, Anastasia menyusun laporan mengenai jumlah stok yang dibutuhkan, baru kemudian menemui Indra.

    Kelancaran Akses Komunikasi Bantu Tenaga Kesehatan Berantas Stunting
    Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Rote Ndao Welhelmus Mooy (Foto:MI/Arya Manggala)

    Terkait menjalin komunikasi dengan Anastasia, Indra mengenang gambaran pola komunikasi ketika akses telekomunikasi belum lancar di Sonimanu. Saat itu, sinyal yang didapat di ponsel hanya dua garis.

    Untuk bisa lancar menjalin komunikasi, ponsel digantung menggunakan botol plastik di jendela. "Supaya ada orang yang menghubungi. Tinggal pakai headshet, jangan bergerak karena sinyal bisa hilang," kata Indra.

    Begitu pula Anastasia. Dia harus memanjat pohon dahulu untuk mendapatkan sinyal. Beruntung, kini kondisi tersebut hanya tinggal kenangan. Sinyal sudah lancar sejak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) membangun menara BTS (base tranceiver station).

    Terlebih, saat ini semua laporan harus dikirim secara online. "Masih ada yang manual, tapi dituntut online, dibarengi tuntutan waktu dan respons cepat," kata Indra.

    Kelancaran Akses Komunikasi Bantu Tenaga Kesehatan Berantas Stunting
    (Foto:MI/Arya Manggala)

    Ketersediaan jaringan internet memudahkan komunikasi antara Puskesmas Sonimanu dengan desa-desa lainnya. Penanganan kesehatan untuk ibu hamil dari desa sekitar juga tidak luput dari perhatian.

    "Manfaatnya besar sekali. Komunikasi dengan sasaran bayi/balita cukup lancar. Terima kasih kepada BAKTI karena mempermudah komunikasi tenaga kesehatan dengan masyarakat," kata Bidan Desa Lenupelu Engli Manafe.

    Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Rote Ndao Welhelmus Mooy berharap ketersediaan jaringan internet dapat membantu meningkatkan pelayanan puskesmas di Rote Ndao. Terutama untuk mempercepat penanganan stunting.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id