Realisasi Investasi Dalam Negeri, Jawa Timur Tertinggi Se-Indonesia Sepanjang 2020

    Amaluddin - 27 Januari 2021 16:57 WIB
    Realisasi Investasi Dalam Negeri, Jawa Timur Tertinggi Se-Indonesia Sepanjang 2020
    Ilustrasi - Medcom.id.



    Surabaya: Realisasi Investasi Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur sepanjang tahun 2020 mencapai Rp78,3 triliun. Angka itu menempati posisi tertinggi Realisasi Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sepanjang tahun 2020.

    "Capaian ini meningkat 33,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara skala nasional investasi naik 2,1 persen," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Rabu, 27 Januari 2021.

     



    Khofifah mengatakan, Rp78,3 triliun itu merupakan realisasi dari Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp22,6 triliun, dan Rp55,7 triliun dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pertumbuhan positif ini, kata dia, bukti bahwa investasi di Jatim bangkit di tengah pandemi covid-19.

    "Dua tahun terakhir ini investasi Jatim terus tumbuh signifikan. Sebelumnya, Jatim mengalami penurunan selama dua tahun berturut-turut," katanya.

    Menurut Mantan Menteri Sosial (Mensos) itu, capaian investasi Jatim pada 2017 dan 2018 mengalami kontraksi berturut-turut sebesar -9,5 persen dan -22,4 persen. Namun pada 2019, iklim investasi Jatim menemukan titik baliknya tumbuh 14,3 persen, dan naik 33,8 persen pada 2020. 

    Menurut Khofifah, pertumbuhan investasi ini didorong baik PMA maupun PMDN yang keduanya menggeliat positif secara signifikan. Berdasar data yang dirilis BKPM RI di Jakarta, kata Khofifah, Jatim menduduki peringkat ketiga setelah Jawa Barat sebesar Rp120,4 triliun, dan DKI Jakarta Rp95 triliun. Di posisi keempat Banten Rp62 triliun, disusul Jateng di peringkat lima Rp50,2 triliun.

    "Dari Top lima Provinsi tersebut, Jatim mengalami pertumbuhan year on year tertinggi yakni 33,8 persen, disusul Banten yang tumbuh 27,3 persen. Sedangkan tiga Provinsi yang lain mengalami penurunan," kata Khofifah. 

    Sementara PMDN, kata Khofifah, disokong oleh sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi dengan menyumbang angka Rp26,9 triliun. Di sektor usaha ini ada PT. Waskita Bumi Wira senilai Rp9,4 triliun untuk menggarap proyek Nasional tol KLBM di Gresik. "Selain itu juga terdapat PT. Pelabuhan Indonesia III yang telah merealisasikan investasinya sebesar Rp5,2 triliun, untuk pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan Teluk Lamong Surabaya," katanya.

    Sedangkan realisasi PMA sebesar Rp22,6 triliun, ditopang oleh sektor Industri Kimia dan Farmasi yang menyumbang angka sebesar Rp8,9 triliun. PT. Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia yang berlokasi di Tuban merealisasi investasi sebesar Rp4,9 triliun. Dari sisi negara asal, kontributor utama investasi asing di Jatim adalah Singapura dengan realisasi sebesar Rp9,8 triliun, disusul Jepang dengan kontribusi sebesar Rp4,6 triliun. 

    Khofifah mengaku optimistis momentum kebangkitan investasi Jatim akan terus berlanjut pada 2021. Dinas Penanaman Modal dan PTSP sebagai garda terdepan dalam pengembangan investasi di Jatim, awal tahun ini telah berinovasi memberikan pelayanan perizinan secara on line, melalui aplikasi JOSS (Jatim Online Single Submission). 

    "Kita berharap dengan adanya JOSS, yang juga akan diseiringi inovasi dan bangkitan-bangkitan lainnya dari innercircle kita sendiri, tahun 2021 kita songsong dengan capaian-capaian yang lebih baik," katanya.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id