Terduga Teroris Rakit Bom untuk Aksi Amaliyah di Aceh

    Fajri Fatmawati - 27 Januari 2021 11:17 WIB
    Terduga Teroris Rakit Bom untuk Aksi Amaliyah di Aceh
    ilustrasi Medcom.id



    Banda Aceh: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap lima terduga teroris di Aceh pada Selasa, 20 Januari dan Rabu, 21 Januari 2021. Kelimanya Berencana merakit bom untuk aksi amaliyah di Aceh.

    Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan, dari lima yang ditangkap, empat di antaranya yakni, MY, SJ alias AF dan RA merupakan buronan Densus 88. Mereka yang buron terkait rencana untuk bergabung dengan ISIS di Suriah dan Afghanistan.






    "Sedangkan untuk terduga teroris UM alias AA alias TA dan SA, lanjut Winardy, merupakan jaringan kelompok Bom Polrestabes Medan dan sedang merencanakan pembuatan bom untuk melakukan aksi amaliyah di wilayah Aceh," kata Winardy, Rabu, 27 Januari 2021.

    Sebelumnya, Densus 88 menangkap lima terduga teroris di sejumlah lokasi di Aceh. Dua terduga teroris berinisial RA dan SA di tangkap di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu, 20 Januari 2021. Keesokan harinya sekitar pukul 10.00 WIB, Densus 88 menangkap satu terduga teroris berinisial UM di Ulee Kareng, Banda Aceh.

    Baca: Sederet Profesi 5 Terduga Teroris Yang Ditangkap di Aceh

    Lalu, dua terduga teroris berinisial SJ dan MY ditangkap di hari yang sama, Kamis, 21 Januari 2021 sekitar pukul 20.00 WIB. SJ ditangkap di Gampong Sidorejo, Kota Langsa, dan MY ditangkap di Birem Puntong, Kota Langsa.

    Winardi mengungkapkan, terduga teroris inisial UM alias AA alias TA berprofesi sebagai pedagang buah-buahan. Sementara SA alias S dan RA ber profesi sebagai kuli.

    "Selanjutnya, terduga SJ alias AF berprofesi sebagai PNS di Pemkab Aceh Timur dan MY berprofesi wiraswasta memiliki usaha perikanan dan cafe," jelasnya.

    Dalam penangkaan itu Densus 88 menyita bahan pembuat bom. Yakni, satu kilogram pupuk kalium nitrat, 250 gram bubuk arang aktif, satu botol berisi sekitar 2.000 peluru gotri silver cosmos 6 mm, potongan pipa besi, serta alat pembuatan bom.

    Petugas juga menyita beberapa dokumen berupa buku catatan yang berisi ancaman terhadap TNI-Polri dan pemerintah, paspor milik kelima terduga teroris, serta buku kajian ISIS dan tauhid. Barang bukti lain yang disita berupa CD, flashdisk, enam telepon genggam, alat pelatihan fisik, dan busur panah.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id