Pendakian Gunung Semeru Full Booked

    Daviq Umar Al Faruq - 02 Oktober 2020 17:22 WIB
    Pendakian Gunung Semeru <i>Full Booked</i>
    Ilustrasi pendaki Gunung Semeru. Medcom.id/Daviq Umar
    Malang: Meski baru dibuka, pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur, langsung ramai peminat. Jumlah pemesanan (booking) online pendakian ke gunung setinggi 3.676 mdpl tersebut mengalami lonjakan yang cukup signifikan di awal Oktober 2020.

    Berdasarkan data dalam sistem booking online pendakian Gunung Semeru milik Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), kuota pendaki pada periode 2-5 Oktober 2020 sudah terisi penuh (full booked) Saat ini, kuota pendaki Gunung Semeru dibatasi sebanyak 120 orang per hari, atau 20 persen dari total kapasitas.

    "Untuk tanggal 2-5 Oktober 2020, sudah penuh untuk 120 orang pendaki," kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BB-TNBTS, Sarif Hidayat, Jumat 2 Oktober 2020.

    Pendakian Gunung Semeru, resmi dibuka kembali per Kamis 1 Oktober 2020 kemarin. Sebelumnya, pendakian ke Gunung Semeru ditutup selama kurang lebih satu tahun lantaran kebakaran hutan dan lahan.

    Pada pembukaan pertama pendakian Gunung Semeru, Kamis kemarin, tercatat terdapat sebanyak 16 orang pendaki. Jumlah tersebut terhitung minim mengingat hari pertama pembukaan.

    "Hari Kamis mungkin bisa jadi bukan hari favorit para pendaki, masih hari kerja. Atau, ada juga karena waktu pembukaan booking online, dan persiapan minim," imbuh Sarif.

    Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi para pendaki sebelum melaksanakan pendakian. Pertama, membawa surat keterangan sehat asli dari dokter yang menyatakan bebas ISPA, bertanda tangan dan stempel basah serta berlaku paling lama 3 hari sebelum hari H.

    Pendakian yang diizinkan berumur minimal 10 tahun dan maksumal 60 tahun. Batas lama pendakian yang diizinkan maksimal dua hari satu malam. Sedangkan, batas akhir pendakian yang diizinkan adalah Kalimati sesuai arahan PVMBG Pos Gunung Sawur Lumajang.

    Tempat mendirikan tenda hanya di lokasi Ranu Kumbolo dan Kalimati. Para pendaki diwajibkan menggunakan masker dan membawa cadangan minimal empat buah masker. Selain itu, pendaki juga diminta membawa obat-obatan pribadi serta hand sanitizer.

    Pendaki diminta menerapkan PHBS dan pencegahan covid-19. Juga ada pemeriksaan suhu, jika suhu 37.3 derajat celcius sebanyak dua kali pemeriksaan, maka pendaki dilarang masuk," tegasnya.

    Terakhir, Balai Besar TNBTS mewajibkan tenda yang digunakan pendaki hanya diisi maksimal 50 persen dari kapasitas dengan jarak mendirikan tenda minimal dua meter. Para pendaki diwajibkan social distancing.





    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id