Herman Deru Pastikan Sumsel Segera Miliki Bank Gabah

    Gonti Hadi Wibowo - 07 Oktober 2020 07:57 WIB
    Herman Deru Pastikan Sumsel Segera Miliki Bank Gabah
    gubernur sumatra selatan, Herman Deru. Dokumentasi/ istimewa
    Palembang: Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, memastikan Sumsel segera miliki Bank Gabah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat. Herman menjelaskan penawaran kerjasama ini selaras dengan pikirannya karena 80 persen profesi masyarakat di Sumsel petani.

    "Tambah selaras lagi karena baru diketuk (DPRD) juga BUMD agribisnis yang kita usulkan. Semoga ini menjadi pintu besar kesuksesan kita mengelola pertanian Sumsel," kata Herman saat memimpin rapat bersama pimpinan PT Medco Agro Group dan rombongan, di ruang rapat Gubernur, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Baca: Kapolda Sulut Ajak Mahasiswa Jaga Nilai Kebangsaan

    Sebagai Gubernur yang konsen dengan pertanian, Herman menyebut  pengelolaan urusan gabah sampai menjadi makanan yang siap disajikan memang tak bisa dilakukan secara parsial.

    Maka dari itu pihaknya sangat menyambut baik penawaran kerjasama tersebut dengan harapan akan ada peningkatan produksi pertanian agar petani tidak menjadi buruh di tanahnya sendiri.

    Salah satu kendala yang kerap diungkapkan Herman saat kunjungan kerja  menemui petani di desa-desa adalah soal ukuran padi yang masih belum seragam. Hal ini menurutnya berbeda hasil produksi padi di beberapa negara penghasil padi yang terkenal di kawasan Asia.

    "Petani bukan hanya butuh modal tapi yang tak kalah penting adalah pembinaan hingga pemasaran. Tapi kita harus seragamkan dulu (padinya) dan kerjasama ini memang harus dilakukan. Karena Saya yakin kesejahteraan masyarakat Sumsel paling mungkin diwujudkan dari sektor pertanian ini," jelasnya.

    Sementara Ketua Umum Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi), Soetarto Alimoeso, mengatakan penawaran kerjasama untuk membangun bank gabah di Sumsel dilatarbelakangi banyak hal. Di antaranya Sumsel telah menjadi salah satu penghasil beras utama (surplus) keempat nasional dan penyedia gabah atau beras bagi daerah lain di Indonesia.

    Kemudian perdagangan gabah ke daerah lain di luar provinsi tidak dibatasi, namun nilai tambah dari hasil industri gabah/beras kurang dinikmati petani dan masyarakat setempat.

    Selain itu selama ini sebagian hasil gabah basah petani dari sejumlah sentra padi di Sumsel banyak yang dibawa keluar daerah. "Akibatnya penggilingan padi kecil dengan segala keterbatasannya tidak mampu atau kesulitan menyerap gabah setempat. Sehingga banyak yang hanya sebagai penyedia jasa giling dan bahkan banyak yang mati suri," ungkapnya.

    Untuk itu Bank Gabah di Sumsel ini perlu dibangun bersama yang akan berfungsi sebagai penyangga atau penyedia gabah bagi penggilingan padi kecil. Menurutnya selama ini sebagian gabah dari Belitang dikirim ke Lampung, Banten, hingga Jabar.

    "Akibatnya penggilingan padi yang kecil jadi mati suri karena tidak mampu bersaing modal. Makanya tim kami ingin berperan disini dan bank gabah Sumsel perlu dibangun agar berfungsi sebagi penyangga penyedia gabah bagi penggilingan padi kecil. Tentunya bekerjasama dengan BUMD Agribisnis," ujarnya.

    Dengan adanya Bank Gabah ini diharapkan kesejahteraan petani meningkat, penggilingan padi yang mati suri bisa kembali hidup serta terjaganya stabilitas pangan beras dan pangan.

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id