Sejumlah Pejabat di Sulsel Batal Divaksin Covid-19

    Muhammad Syawaluddin - 14 Januari 2021 16:08 WIB
    Sejumlah Pejabat di Sulsel Batal Divaksin Covid-19
    Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat diperiksa sebelum dinyatakan tak bisa menerima suntik vaksin covid-19, di RSKD Dadi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 14 Januari 2021. (Foto: Istimewa)
    Makassar: Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, tidak memenuhi syarat untuk menerima suntikan vaksin covid-19. Selain dia, ada beberapa pejabat setempat juga batal disuntik vaksin covid-19 karena tak memenuhi syarat.

    Nurdin mengaku batal disuntik vaksin karena ada riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif covid-19. Kondisi itu menggugurkan syarat lain yang sebenarnya telah terpenuhi.

    "Jika dilihat dari kriteria kesehatan, semua memenuhi syarat. Tekanan darah dan sebagainya semua baik, tetapi karena ada kerabat yang terkonfirmasi positif saya tidak bisa divaksin," katanya, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 14 Januari 2021.

    Menurut dia, satu dari 15 syarat seseorang tidak layak mendapatkan vaksin yakni ada anggota keluarga serumah yang kontak erat, suspek, terkonfirmasi, atau sedang dalam perawatan karena penyakit covid-19. 

    "Semoga setelah semuanya dalam kondisi membaik saya bisa mendapatkan vaksin. Selain saya ada beberapa pejabat lainnya juga tidak memenuhi kriteria untuk divaksin karena ada yang pernah positif hingga memiliki tekanan darah tinggi," terangnya. 

    Baca juga:  Majene Diguncang 2 Kali Gempa Susulan

    Ia membeberkan dari 15 pejabat di Sulawesi Selatan yang direncanakan mendapatkan vaksinasi covid-19 perdana, hanya lima orang yang memenuhi syarat. Selebihnya, gugur pada persyaratan.

    Lima pejabat yang menjalani suntik vaksin covid-19 yakni Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman; Kakanwil Kemenag Sulsel, Khaeroni; Sekretaris Bidang Fatwa MUI Sulsel, Abdul Wahid Haddade; Ketua PPNI Sulsel, Abdul Rakhmat; dan Ketua KNPI Sulsel, Nur Qanita. 

    Sementara yang batal menerima suntikan vaksin virus korona yakni Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah; Pangdam VII Hasanuddin, Mayjen Andi Sumangerukka; Kapolda Sulsel, Irjen Merdisyam; Kepala Dinkes Sulsel, Ichsan Mustari; dan Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari. 

    Kemudian, Wakil Sekretaris PKK Sulsel, Aisyah Ahmad; Bendahara Persakmi, Eha Sumatri; Ketua Persatuan Apoteker Indonesia Sulsel, Gemini Alam; Majelis Pemuda Indonesia KNPI Sulsel, Imran Eka Saputra; dan Wakil Sekretaris Persatuan Dokter Gigi Indonesia Sulawesi Selatan, Ardiansyah Pawinru.


    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id