Klaster Keluarga Tinggi, Pemkot Surabaya Minta Warga Tak Isolasi Mandiri di Rumah

    Amaluddin - 22 Januari 2021 17:19 WIB
    Klaster Keluarga Tinggi, Pemkot Surabaya Minta Warga Tak Isolasi Mandiri di Rumah
    Ilustrasi - Medcom.id.



    Surabaya: Gugus Tugas Covid-19 Kota Surabaya meminta warga yang positif covid-19 tanpa gejala, agar isolasi di tempat yang disediakan pemerintah bukan di rumah. Mengingat kasus covid-19 di Surabaya didominasi dari klaster keluarga mencapai 28 persen.

    "Jadi untuk sementara, kami minta warga agar isolasi mandiri di tempat yang telah disediakan pemerintah, seperti di Hotel Asrama Haji (HAH) dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura," kata Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto, di Surabaya, Jumat, 22 Januari 2021.




    Irvan menjelaskan, klaster keluarga menyumbang 28 persen penambahan kasus covid-19 di Surabaya. Ini lantaran mereka isolasi mandiri di rumah atau apartemen mencapai 68 persen, sehingga menularkan kepada keluarga lainnya. "Ini terbukti ketika isolasi mandiri di rumah atau tempat lainnya, tetap bisa menularkan kepada keluarganya yang lain," jelasnya.
     
    Irvan memastikan memastikan bahwa HAH yang dikelola oleh Pemkot Surabaya masih banyak kamar kosong. Pertanggal 22 Januari 2021 pukul 14.00 WIB, total warga yang isolasi mandiri di HAH sebanyak 10.966 orang, dan yang sudah pulang sebanyak 10.662 orang atau 97,2 persen, dan yang masih dirawat di HAH sebanyak 304 orang atau 3,8 persen.
     
    "Ada tiga gedung yang kami sediakan di HAH, dan masih ada ratusan kamar yang kosong di sana. Jadi ayo isolasi di HAH aja, jangan di rumahnya atau apartemen, khawatir tetap menularkan kepada keluarga lainnya," kata Irvan.

    Baca: Puluhan UMKM di Malang Gulung Tikar Terdampak PPKM
     
    Mantan Kasatpol Surabaya ini menduga, tingginya klaster keluarga itu diakibatkan oleh anak-anak yang main, atau nongkrong dengan teman-temannya di luar rumah. Setelah mereka pulang ke rumah, tanpa sadar mereka sudah menjadi carrier. 

    Belum lagi mereka bertemu dengan orang tuanya dan keluarga lainnya yang daya tahan tubuhnya tidak sekuat anaknya tersebut. Bahkan, kata Irvan, ini akan lebih berbahaya lagi jika orang tuanya punya komorbid, sehingga akan lebih cepat tertular.

    "Oleh karena itu, saya mohon kepada warga terutama anak muda, kalau tidak urgent tidak usah pergi keluar rumah. Kasihan keluarganya nanti yang ada di rumah, bisa tertular," katanya.
     
    Irvan juga meminta Satgas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo untuk melakukan pembatasan, atau blocking di wilayahnya masing-masing apabila ada warganya yang terkonfirmasi. Ia juga meminta para satgas ini mencatat warga yang keluar masuk Surabaya.

    "Bilamana dari luar kota, dimohon untuk memeriksakan diri ke puskesmas terdekat atau langsung ke laboratorium di Surabaya," katanya.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id