Ganjil Genap Tiap Akhir Pekan di Bogor Diperpanjang

    Antara - 16 Februari 2021 19:45 WIB
    Ganjil Genap Tiap Akhir Pekan di Bogor Diperpanjang
    Pelaksanaan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor di Kota Bogor ada pekan lalu (ANTARA/Pemkot Bogor)



    Bogor: Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memutuskan memperpanjang kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor pada akhir pekan wilayah setempat. Sistem pembatasan kendaraan pribadi itu dinilai terbukti menjadi salah satu faktor yang menurunkan kasus positif covid-19.

    Keputusan tersebut diambil pada rapat Forkopimda Kota Bogor yang dipimpin oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya, di Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Selasa, 16 Februari 2021.




    "Kami sepakat melanjutkan kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor pada akhir pekan, tapi pelaksanaannya dibatasi mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB," kata Bima Arya.

    Menurut Bima, pada rapat dibahas beberapa data yakni, data dari pelaksanaan ganjil genap serta data pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di tingkat RW di Kota Bogor.

    "Dari analisis data, pelaksanaan dua kebijakan tersebut terbukti efektif menurunkan kasus positif covid-19 di Kota Bogor," katanya.

    Baca juga: 
    Polisi Kawal Pendistribusian 4.611 Vial Vaksin Covid-19 ke Kawasan Barat Aceh

    Berdasarkan data harian covid-19 pada Dinas Kesehatan Kota Bogor, kasus positif virus korona di Kota Bogor terus menurun. Pada Sabtu, 6 Februari, ada 187 kasus. Namun pada Senin, 15 Februari turun menjadi 105 kasus.

    Menurut dia, penurunan kasus positif covid-19 diikuti dengan tingkat kesembuhan, jumlah pasien positif covid-19 di rumah sakit juga menurun. Dengan pertimbangan tersebut, kata Bima, Forkopimda Kota Bogor sepakat untuk melanjutkan kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor pada akhir pekan.

    Bima menambahkan, pada rapat tersebut juga dibahas dampak dari dua kebijakanterhadap sektor ekonomi yang relatif mengalami penurunan, sehingga disepakati jam operasional ditambah.

    "Misalnya, tempat jajan, rumah makan, restoran, dan kafe, yang semula jam operasionalnya sampai pukul 19.00 WIB, ditambah menjadi pukul 21.00 WIB. Kami berusaha menjaga keseimbangan aspek kesehatan dan aspek ekonomi, sehingga kedua bisa sama-sama diperbaiki," jelas dia.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id