Wagub Sumsel Enggan Tanda Tangan Penolakan UU Omnibus Law, Demo Ricuh

    Gonti Hadi Wibowo - 09 Oktober 2020 18:31 WIB
    Wagub Sumsel Enggan Tanda Tangan Penolakan UU Omnibus Law, Demo Ricuh
    Suasana demo mahasiswa menolak UU Omnibus Law di halaman kantor gubernur sumsel, Jumat 9 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo
    Palembang: Aksi ratusan mahasiswa menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di halaman kantor Gubernur Sumsel, Jumat sore, 9 Oktober 2020, berakhir ricuh. Kericuhan terjadi lantaran Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, enggan menandatangani sikap menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. 

    "Saya belum mempelajari draft Undang-Undang Omnibus Law jadi belum bisa tandatangan suratnya," kata Mawardi saat menemui pedemo.

    Mahasiswa yang kecewa dengan sikap Wagub Sumsel langsung melempar botol minuman ke arah Mawardi. Satpol PP yang berjaga langsung mengamankan Mawardi ke dalam kantor Gubernur. 

    "Saya minta Satpol PP untuk menahan diri dan mundur ke dalam kantor. Kalau tidak mau mundur kami (polisi) tidak akan  berjaga lagi di sini," kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Anom Setyadji.

    Hingga kini, mahasiswa masih menunggu di halaman kantor Gubernur Sumsel. Mereka menunggu Mawardi Yahya menandatangani pernyataan sikap untuk menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

    Baca: 116 Orang Ditangkap saat Aksi Omnibus Law di Bekasi

    (LDS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id