comscore

Anak Pembacok Ayah Kandung di Malang Ditangkap

Daviq Umar Al Faruq - 05 Januari 2022 19:41 WIB
Anak Pembacok Ayah Kandung di Malang Ditangkap
TKP pembunuhan/Dok. Polres Malang.
Malang: Polisi menangkap Budi Cahyono, 37, warga Dusun Krajan, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang membacok ayahnya, Suradi, 65, dengan celurit hingga tewas. Saat ditangkap, pelaku sempat mengamuk.

"Pada saat terjadi perbuatan itu, warga dan petugas kepolisian berhasil mengamankan yang bersangkutan. Walaupun saat proses mengamankan yang bersangkutan, terduga pelaku masih mengamuk," kata Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Donny Bara'langi, Rabu 5 Januari 2021.
Donny menerangkan, kejadian ini dilaporkan kepada Polsek Dampit sekitar pukul 07.00 WIB, Rabu 5 Januari 2021. Saat itu dilaporkan dugaan orang yang ditemukan dalam kondisi meninggal di dalam rumah.

"Berdasarkan laporan tersebut, kami dari petugas kepolisian mendatangi TKP untuk mengecek kejadian dan peristiwa yang terjadi seperti apa," ujarnya.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan seorang korban dalam kondisi meninggal  dengan dua luka bacok di bagian leher dan di bagian pundak kanan belakang. Kemudian polisi menemukan korban lainnya dalam kondisi hidup, namun mengalami luka berat dengan kondisi luka sabetan pada jari tangan korban.

Baca: Diduga Depresi, Anak di Malang Bacok Ayah Kandung Hingga Tewas

"Jadi korban ada dua yang kami temukan, satu dalam kondisi meninggal, satu dalam kondisi masih hidup tapi luka berat. Sudah dibawa ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut," ungkapnya.

Donny menerangkan, berdasarkan informasi dari masyarakat, pelaku merupakan anak kandung korban meninggal. Diduga pelaku ini  mengalami depresi.

"Untuk lebih lanjut, kami masih mendalami, namun kondisi terduga pelaku saat ini masih dalam kondisi kejiwaan yang terganggu dan tidak bisa diambil keterangan karena yang bersangkutan selama proses tanya jawab, baik wawancara maupun interogasi di polsek itu tidak berbicara sama sekali," jelasnya.

Pihaknya bakal melibatkan rumah sakit jiwa untuk menangani kasus ini. Sebab kondisi dari terduga pelaku tidak memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan.

"Motif masih kita dalami, karena kondisi kejiwaan terduga pelaku belum bisa kita mintai keterangan selanjutnya saksi juga masih dalam proses pemulihan di puskesmas karena mengalami luka berat," tegasnya.

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id