comscore

42 Ternak Terinfeksi PMK di Kota Batu Sembuh, 13 Mati

Daviq Umar Al Faruq - 26 Mei 2022 08:40 WIB
42 Ternak Terinfeksi PMK di Kota Batu Sembuh, 13 Mati
DPKP Kota Batu melakukan peninjauan hewan ternak di Kota Batu untuk memantau wabah PMK/Dok. Pemkot Batu.
Batu: Sebanyak 300 ekor hewan ternak di Kota Batu, Jawa Timur, dilaporkan terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK). Dari jumlah tersebut, 42 ekor dinyatakan sembuh dan 13 ekor mati.

"Sampai saat ini, ternak yang dinyatakan positif PMK khususnya sapi sekitar 300 ekor ternak, 42 ekor sudah sembuh, dan 13 ekor mengalami kematian," kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu, Sugeng Pramono, Rabu 25 Mei 2022.
Sugeng menerangkan pencegahan PMK yang sedang dilakukan saat ini adalah pembatasan lalu lintas ternak. Kemudian pembatasan interaksi antar peternak serta sanitasi kandang dan lingkungan kandang dengan menggunakan desinfektan.

"Juga pelaksanaan biosecurity, meningkatkan imun ternak dengan pemberian pakan yang bernutrisi dan vitamin, serta pemberian empon-empon pada ternak yang sehat untuk menciptakan imun atau daya tahan tubuh," ungkapnya.

Selain itu, sapi diberikan obat-obatan, antibiotika, vitamin, dan antistres. DPKP Kota Batu sejak Senin, 23 Mei 2022, melakukan peninjauan hewan ternak di Kota Batu untuk memantau wabah PMK.

Baca: Khofifah Usul ke Kemenhub Distrubusi Ternak Via Jalur Laut

Ia menerangkan penyakit yang juga disebut Foot & Mouth Disease ini merupakan penyakit yang disebabkan virus. "Biasanya menyerang hewan yang berkuku ganda yaitu sapi, kambing, domba, kerbau, unta dan babi," ujarnya.

Sugeng menegaskan PMK tidak bersifat menular kepada manusia atau zoonosis. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan tingkat kematian sekitar 1-5 persen.

"Produk asal hewan juga tetap dapat dikionsumsi dengan pemasakan terlebih dahulu. Untuk produk susu dapat dikonsumsi setelah dilakukan pasteurisasi pada suhu 75-80 derajat Celcius selama 15 menit," jelasnya.

Penanganan PMK di Kota Batu selain dari DPKP juga melibatkan unsur lainnya dari kecamatan, desa/kelurahan, perguruan tinggi, kepolisian, TNI, SKPD terkait, dan instansi vertikal lingkup pertanian. Sugeng mengaku peran aktif dari masyarakat untuk menjaga lingkungan dan secara aktif melaporkan kejadian ternak yang sakit dan mengikuti anjuran yang diberikan oleh tim kesehatan hewan sangat diharapkan. 

"Karena dengan sinergritas stakeholder yang ada semoga PMK ini segera dapat teratasi," ucapnya.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id