comscore

Antisipasi Hepatitis Akut, Layanan Kesehatan di Surabaya Diperketat

Amaluddin - 11 Mei 2022 18:39 WIB
Antisipasi Hepatitis Akut, Layanan Kesehatan di Surabaya Diperketat
ilustrasi/Medcom.id
Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah untuk mengantisipasi penularan hepatitis akut pada anak. Di antaranya, menyiapkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), terutama rumah sakit dan puskesmas untuk meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan. 

"Saya nyuwun (minta) tolong kepada para orang tua, mohon dijaga kesehatan putranya. Salah satunya kalau dolen (bermain) diawasi, makanannya juga diawasi, jangan sampai terlambat," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di Surabaya, Rabu, 11 Mei 2022.
Eri mengatakan peran orang tua juga penting dalam mencegah hepatitis akut. Ia mengajak para orang tua agar lebih peka terhadap kondisi kesehatan anak-anaknya.

Eri meminta orang tua bergerak cepat ketika anaknya mengalami gejala hepatitis. Ia tak ingin anak-anak terlambat mendapatkan penanganan.

"Kalau anak-anak kan enggak ngeroso (tidak terasa), moro-moro dadi loro (tiba-tiba jadi sakit). Jadi, peran orang tua sangat kami harapkan untuk mencegah hepatitis," ujarnya.

Adapun ciri-ciri anak yang terjangkit hepatitis akut di antaranya, mengalami penurunan kesadaran, pyrexia (demam tinggi), muncul perubahan warna urin (gelap) dan/atau feses (pucat), Jaundice (terjadinya perubahan warna menjadi kekuningan pada kulit, bagian putih dari mata, dan juga membran mukosa anak) dan pruritis (gatal pada kulit).

Baca: Waspada Hepatitis Akut, Gibran Siapkan Tempat Isolasi

"Ciri lain adalah arthralgia/myalgia (nyeri sendi atau pegal-pegal). Kemudian mual, muntah, atau nyeri perut serta lesu, dan/atau hilang nafsu makan dan diare," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan sampai saat ini belum ada penemuan kasus hepatitis akut di Surabaya. Meski begitu, seluruh fasyankes telah meningkatkan upaya dan kesiapsiagaan mewaspadai potensi kasus tersebut.

"Sampai saat ini di Kota Surabaya belum ada laporan terkait penemuan kasus tersebut," kata Nanik.

Ia menyatakan sejumlah upaya meningkatkan kewaspadaan dini pada masing-masing fasyankes di Surabaya telah dimaksimalkan. Dinkes Surabaya meminta agar rumah sakit melakukan pengamatan semua kasus sindrom jaundice akut yang tidak jelas penyebabnya dan ditangani sesuai SOP serta pemeriksaan laboratorium.

"Kemudian, melakukan Hospital Record Review (HRR) terhadap hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya sejak tanggal 01 Januari 2022 dan melaporkan segera jika ada penemuan kasus potensial sesuai indikasi kasus tersebut," kata Nanik.

Sedangkan bagi setiap Puskesmas, Kadinkes meminta agar seluruhnya melakukan penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada seluruh masyarakat. Juga, upaya pencegahan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten dalam berkegiatan sehari-hari dan di lingkungan tempat tinggal.

"Selain itu, juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera mengakses Fasyankes (Puskesmas setempat) apabila mengalami sindrom jaundice," ucap Nanik.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id