NasDem Gunungkidul Kirim 8 Nama Balon Kepala Daerah ke DPP

    Ahmad Mustaqim - 25 November 2019 14:56 WIB
    NasDem Gunungkidul Kirim 8 Nama Balon Kepala Daerah ke DPP
    Ilustrasi - Medcom.id.
    Gunungkidul: Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) NasDem Gunungkidul telah menjaring sejumlah nama yang akan diusung pada Pilkada 2020. Nama-nama yang dipilih ini diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). 

    "Ada delapan orang yang sudah kami seleksi pada rapat pleno 15 November lalu. Lima untuk bakal calon bupati, dan tiga bakal calon wakil bupati," kata Ketua DPC NasDem Gunungkidul, Suparja dihubungi Medcom.id Senin, 25 November 2019. 

    Adapun lima nama bakal itu yakni Budi Utama Prasetyo (mantan Ketua DPRD Gunungkidul); Bambang Krisnadi (mantan caleg DPRD DIY); Wahyu Purwanto (mantan Rektor Universitas Gunungkidul); Zuhrif Hudaya (mantan Anggota DPRD DIY); dan Mayor Sunaryanto. Sementara, tiga nama bakal calon wakil bupati yakni Bahron Rasyid (Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul); Suparwoto; dan Dadang Iskandar (pegiat LSM). 

    Suparja mengatakan delapan nama itu telah dikirimkan ke DPP NasDem. Pihaknya masih menunggu nama-nama yang akan mendapatkan rekomendasi. 

    "Nama-nama itu juga (telah dijaring) lewat proper test. Rekomendasi dari pusat kemungkinan turun bulan Februari atau Maret tahun depan," ujarnya. 

    Menurut dia, ada sejumlah pertimbangan dalam memilih nama-nama yang akan diberi rekomendasi. Salah satunya yakni elektabilitas di lingkungan masyarakat. Selain itu, juga kapasitas dalam kepemimpinan, hingga visi dan misi andai terpilih pada Pilkada 2020.  

    "Hasil-hasil dari survei itu akan diputuskan pusat. Rekomendasi yang turun itu akan kita tawarkan ke masyarakat," ungkapnya. 

    Secara matematis, NasDem Gunungkidul bisa mengusung calonnya untuk maju Pilkada 2020. Syarat maju Pilkada, partai politik harus mengantongi 20 persen kursi di DPRD. NasDem Gunungkidul mengantongi sembilan kursi dari total 45 kursi di DPRD. 

    Meski begitu, pihaknya tetap menjalani peluang koalisi dengan sejumlah partai politik. Meskipun, hingga kini belum ada keputusan. 

    "Kami masih saling berkomunikasi dengan parpol lain, saling menjajaki. Kawan-kawan pun begitu, mungkin. Pencalonan cabup-cawabup Gunungkidul masih sangat cair," kata dia. 

    Ia mengakui berkeinginan NasDem secara mandiri maju Pilkada 2020. Namun, Suparja menyadari membangun Gunungkidul tak bisa dilakukan tanpa bekerja sama. 

    "Harus koalisi. Membangun Gunungkidul harus bersama-sama. Kawan-kawan kita bersama membangun Gunungkidul Partai politik masih tengok sana, tengok sini. Calon dari semua partai belum ada. Masih melihat siapa-siapa orangnya," ungkapnya. 


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id